Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Mei 2017 | 18.07 WIB

"Atap Rumah Terbang Tak Apa"

Warga membantu memperbaiki rumah yang diterjang angin puting beliung di Tanjungriau, Sekupang, Senin (1/5). - Image

Warga membantu memperbaiki rumah yang diterjang angin puting beliung di Tanjungriau, Sekupang, Senin (1/5).

JawaPos.com - Beberapa jam setelah hujan lebat, rumah di kawasan pinggir pantai Tanjungriau, Sekupang, Batam dihantam angin puting beliung. Akibatnya 20 rumah rusak akibat atap rumahnya terbawa angin.


Dilansir dari Batam Pos (Jawa Pos Group), kejadian itu berlangsung pada Senin pagi (1/5), sekira pukul 10.00 WIB. Beberapa rumah di antaranya roboh sehingga tidak dapat ditempati lagi. “Yang penting kami selamat, atap rumah terbang tak apa,” ungkap Habibah, warga RT 01 RW 01 Kelurahan Tanjungriau, Sekupang, Batam.


Habibah menuturkan, angin puting beliung berlangsung sangat cepat. Angin puting beliung tidak hanya merobohkan sejumlah rumah warga. Sebagian lainnya atap dan dinding rumah warga juga terbang diterpa angin.


Sementara itu, dari 20 rumah yang diterjang angin puting beliung, sembilan di antaranya rusak berat, sedangkan sisanya 11 rumah rusak ringan. Rinciannya, di RW 01 RT 01, rumah yang mengalami kerusakan milik Sania, Hendri, Zaleha, Yandra, Aminah, Habibah, Jafar, Budi, Cimar, Damsyur.


Sementara di RW 02 RT 01, kerusakan dialami rumah milik Aheng, Hautin/Uting, Sikin, Chodderi, Nawi, Bambang Asmara, M. Idris, Ahmad Nur, Nurhayati, M. Rusdi. Untuk kerusakan paling parah dialami rumah milik M. Rusdi Kodri, Nawi, Sikin, dan Hendri. Kondisinya atap rumah lepas, sebagian rumah ada yang roboh.


Lurah Tanjungriau, Salmadi mengaku tetap bersyukur dalam peristiwa yang berlangsung kurang lebih 30 menit itu, tidak menyebabkan korban jiwa. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa, warga yang rumahnya rusak telah mengungsi dekat rumah keluarga,” jelas Salmadi.


Pihaknya juga telah mendirikan posko bencana untuk mengumpulkan data dan jumlah pasti kerusakan yang diderita warganya. “Sudah ada posko, warga bisa melapor kerusakan apa saja yang mereka alami,” ujarnya.


Wali Kota Batam, Muhammad Rudi bersama Wakil Wali Kota Amsakar Achmad langsung turun meninjau kondisi warga yang menjadi korban.


Rudi mengatakan, untuk konsumsi warga selama tiga hari akan ditanggung Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat. Sedangkan untuk rumah yang rusak akan dibantu dari dana darurat Pemko Batam. “Untuk besarannya saya belum tahu, karena harus dilihat dari kerusakan rumah masing-masing warga,” jelas Wali Kota.


Warga yang terkena bencana angin puting beliung bisa langsung melapor ke posko dan mengumpulkan kartu keluarga (KK) untuk pendataan renovasi rumah yang mengalami kerusakan. “Lengkapi semua prosedurnya, dan kami akan segera bantu, agar warga bisa menempati rumah mereka kembali,” beber Rudi. (cr17/ska/ali/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore