
Andi Lala, tersangka pembunuhan satu keluarga di Medan.
JawaPos.com - Jajaran Ditreskrimum Polda Sumatera Utara (Sumut) bakal menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang menimpa Nuriyanto dan keluarga di Medan, dengan tersangka Andi Lala cs.
Dari informasi yang didapat Sumut Pos (Jawa Pos Group), rekonstruksi itu digelar hari ini, Selasa (2/5). Untuk memastikan keamanan rekonstruksi itu, Polda Sumut akan mengerahkan 200-an personel polisi di Jalan Mangaan, Mabar, lokasi pembunuhan.
Direskrimum Polda Sumut Kombes Pol Nurfallah menuturkan, jumlah personel sebanyak itu diturunkan untuk mengawal rekonstruksi tersebut, karena kasus pembunuhan keji itu menyita perhatian serius. Apalagi ada potensi kemarahan massa pada rekonstruksi akan berlangsung di Tempat Kejadian Perkara (TKP). "Saya tak bisa pastikan kapan, namun dalam pekan ini. Sekitar 200-an personel rencananya kami turunkan," ujar Nurfallah seperti dilansir Sumut Pos (Jawa Pos Group), Selasa (2/5).
Perwira polisi berpangkat tiga melati emas ini tak mau membeberkan kapan hari digelarnya rekonstruksi tersebut. Dalihnya, polisi masih menunggu waktu yang tepat. "InsyaAllah dalam pekan ini, saya tak bisa bilang kapan. Soalnya sepekan ke depan banyak kegiatan. Mudah-mudahan rekonstruksinya berlangsung pekan ini," bebernya.
Namun, menurut informasi yang dihimpun rekonstruksi kasus pembunuhan tersebut akan digelar hari ini, Selasa (2/5). Sementara itu, salah satu tetangga korban, Ani mengatakan, warga menunggu proses rekonstruksi pembunuhan sekeluarga.
"Banyak kali orang nanya kapan rekontruksi, itu yang nanya warga dari jauh-jauh. Yang jelas, kalau nanti jadi rekontruksi pasti banyak warga yang datang. Takutnya, bakal dimaki dan dilempari warga si Andi Lala," kata Ani.
Murni, ibu kandung Almarhum Riyanto, mengatakan, rekonstruksi akan berlangsung ramai karena masyarakat akan datang untuk menyaksikan.
"Kami belum terima informasi soal rekonstruksi. Kalau memang jadi awal bulan ini, pasti ramai dan masyarakat bakal banyak yang kesal dengan ulah si Andi Lala. Sekarang saja saya dengar banyak masyarakat yang bilang bakal habis si Andi Lala dilempar warga kalau rekontruksi," kata Murni.
Wanita berusia 60 tahun ini berharap, pihak kepolisian memberikan pengamanan maksimal untuk mengantisipasi hal yang tak diinginkan dari masyarakat.
"Kalau memang jadi rekonstruksi, ini bakal ramai dan ribut. Polisi harus buat pengamanan kuat, kalau tidak pasti terjadi yang tak diinginkan. Sekarang aja, saya banyak dengar ucapan warga yang aneh - aneh," kata Murni. (dvs/fac/ila/iil/JPG)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
