
Salah satu ruangan yang digunakan untuk UNBK SMP.
JawaPos.com - Dalam pelaksanaan ujian nasional berbasiskan komputer (UNBK) tahun ini untuk tingkat SMP di Sumatera Utara (Sumut) masih terdapat sejumlah kendala.
Kepala Disdik Sumut Arsyad Lubis menuturkan, dalam penyelenggaraan UNBK ini terdapat sejumlah kendala yang dihadapi. Terutama, terkait peralatannya yang harus ada komputer dan ruangan.
"Untuk sementara ini nantinya dalam pelaksanaan akan dilakukan ujian secara bergantian. Misalnya, hari ini sekolah A ujian, dan besok sekolah B yang ujian di tempat yang sama. Itulah salah satu hal yang disiasati agar siswa kita bisa mengikuti UNBK," kata Arsyad seperti dilansir Sumut Pos (Jawa Pos Group), Selasa (2/5).
Meski kondisinya demikian, imbuhnya, UNBK tentu sangat memberi dampak positif. Dengan UNBK ini tingkat kejujuran dan integritasnya sangat tinggi. Dengan begitu tidak ada lagi kebocoran soal ataupun beredar kunci jawaban ujian.
Dia menambahkan, diimbau agar setiap peserta UN menjalankan ujian dengan baik serta menjauh dari praktik kecurangan. Sebab, UN bukan lagi sebagai penentu kelulusan.
Sementara untuk naskah soal UN untuk peserta yang berbasis kertas pensil (UNKP), Ketua Panitia UN Sumut 2017, Yuniar menambahkan, paket naskah soal dan lembar jawaban UN SMP sederajat sudah didistribusikan kepada sub rayon di sejumlah sekolah SMP.
Setelah dari sub rayon, selanjutnya didistribusikan ke semua sekolah untuk pelaksanaan UNKP. "Hingga saat ini distribusi soal UN untuk yang UNKP sudah sampai ke lapangan semua (sub rayon). Sudah didistribusikan sejak kemarin (27 April, Red)," kata Yuniar.
Dia menuturkan, sejauh ini pelaksanaan UN baik itu UNKP maupun UNBK tidak ada kendala yang dihadapi. Berbagai persiapan telah dilakukan dan harapannya dapat berjalan lancar.
Sementara, Kepala SMP Negeri 1 Medan Adlan mengatakan, pada tahun ini sekolahnya menyelenggarakan UNBK. Namun begitu, ada sekolah yang satu rayon dengan SMP Negeri 1 Medan yang masih melaksanakan UNKP.
"Ada tiga sekolah yang masih UNKP, sehingga harus ambil naskah untuk diberikan pada sekolah rayon kita. Namun, karena tinggal tiga dari dua belas sekolah sub rayon pelaksana UNKP, maka kerjaan semakin ringan. Naskah soal yang diambil pun semakin sedikit," tuturnya.
Kepala SMP Negeri 3 Medan Nurhalimah Sibuea menyebutkan, tahun ini semua sekolah sub rayon di bawahnya belum ada yang melaksanakan UNBK. Sehingga tahun ini dia masih tetap harus mengambil banyak naskah UNKP. Namun, dia berharap tahun depan sekolahnya sebagai sub rayon, sudah bisa sebagai penyelenggara UNBK.
"Sarana pendukung akan dioptimalkan terutama perangkat komputer dan jaringan internet. Kita rancang kerja sama dengan universitas untuk membantu pelaksanaan," kata dia. (ris/ila/iil/JPG)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
