Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 2 Mei 2017 | 03.58 WIB

Gara-Gara Miras, Tiga Remaja Bunuh Teman

MASIH REMAJA: Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menunjukkan sejumlah barang bukti dan tiga tersangka di Mapolres Jember. - Image

MASIH REMAJA: Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo menunjukkan sejumlah barang bukti dan tiga tersangka di Mapolres Jember.


JawaPos.com- Hanya karena masalah sepele, yakni dianggap sok jagoan dan enggan urunan beli minuman keras (miras) oplosan, Agus Saputro, siswa SMK di Lumajang, dibunuh teman dekatnya. HW, teman Agus, yang dibantu dua temannya, RD dan DT, mengeksekusi Agus.



Dalam tempo singkat, kasus yang menggegerkan warga Kencong, Jember, itu berhasil diungkap Satreskrim Polres Jember. Ketiga tersangka diciduk di rumah masing-masing di Yosowilangun, Lumajang. Ketiganya tinggal sekampung dengan korban.



Kapolres Jember AKPB Kusworo Wibowo menyatakan, inisiator pembunuhan sekaligus eksekutor adalah HW. RD dan DT terbukti turut serta membantu HW mengeksekusi korban. ’’Tersangka HW membacok korban dengan golok yang dibawa tersangka RD,’’ jelasnya.



Dia menjelaskan, setiap tersangka memiliki peran yang berbeda. DT bertugas menjemput korban dari rumahnya, sedangkan RD menyediakan golok. Meski demikian, kata Kusworo, ketiganya terlibat dalam perencanaan pembunuhan hingga penguburan korban di pasir pinggir Pantai Paseban, Jember. ’’Ini pembunuhan berencana,’’ ujar perwira yang pernah menjadi Kasatreskrim Polres Jember itu.



Dari pengakuan tiga tersangka yang masih belasan tahun tersebut, rencana menghabisi korban tebersit sejak sepekan lalu. Ketiganya menaruh dendam kepada korban yang dikenal teman mabuk miras oplosan. Mereka dendam karena korban dinilai sok jagoan dan kerap menolak patungan (iuran) untuk membeli miras.



Merasa paling disakiti korban, HW mengajak RD dan DT merencanakan pembunuhan. Korban yang masih tetangga ketiga tersangka Kamis sore (27/4) dijemput dari rumahnya. Korban lantas dibawa ke Pantai Paseban. Sore itu kawasan pantai sudah sepi.



Sebelum pembunuhan terjadi, keempatnya berpesta miras oplosan. Setelah korban teler, HW langsung membacoknya. Terkena sabetan pertama, Agus berusaha lari menghindari aksi brutal HW. Namun, HW terus mengejar dengan dibantu dua tersangka lain. Kemudian, korban dibacok untuk kali kedua dan ketiga. Setelah itu, korban meregang nyawa.



Setelah korban tak bernyawa, ketiganya mengubur jasad korban di pasir pinggir pantai. Kusworo yakin aksi tiga remaja pembunuh itu telah memenuhi unsur pembunuhan berencana. Sebab, golok untuk mengeksekusi korban sudah diasah agar tajam. Walau masih di bawah umur, aksi ketiganya tergolong rapi.



Terungkapnya kasus tersebut tidak lepas dari pengakuan ayah korban. Dia mengungkapkan, sebelum ditemukan tewas di Pantai Paseban, anaknya dijemput ketiga tersangka. Berbekal informasi itu, tim resmob Polres Jember mendatangi rumah HW. Polisi mendapat info awal bahwa HW paling menonjol di antara dua orang lainnya.



Polisi langsung menahan HW. Namun, saat itu HW tidak langsung mengaku. Polisi lantas menjemput RD dan DT. ’’Pengakuan itu muncul setelah ketiga pelaku dikonfrontasi,’’ ungkap Kusworo.



Apalagi, polisi akhirnya golok dan beberapa barang bukti lain di rumah masing-masing tersangka. Penyidikan diperkuat setelah polisi mendapat seorang saksi kunci, pemuda desa asal Kencong yang sempat melihat pembunuhan tersebut.



Para tetangga korban dan tersangka nyaris tidak percaya atas pembunuhan tersebut. Sebab, korban dan ketiga tersangka bertetangga. Apalagi, DT sempat bertakziah saat pemakaman korban.



Saat diwawancarai Jawa Pos Radar Jember, DT mengaku tidak khawatir meski datang dalam pemakaman korban. Sebab, dia tidak ikut membacok korban sampai tewas. ’’Saya cuma ikut jemput Agus,’’ katanya.



Pengakuan DT dibenarkan RD. Bahkan, RD menegaskan, hanya HW yang membantai korban. Namun, keduanya mengaku ikut membantu menutup mayat korban dengan pasir pantai.



Pengakuan keduanya dibantah HW. Menurut HW, dua temannya itu sudah sepakat menghabisi korban. Alasannya, korban merasa jagoan dan selalu menolak ikut iuran untuk membeli miras. ’’Semua sakit hati, makanya kami berencana membunuhnya,’’ tegas HW.

Editor: Miftakhul F.S
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore