
Sumur-sumur di Kediri Jawa Timur yang ambles
JawaPos.com - Terjadinya fenomena alam misterius di Kediri, Jawa Timur membuat tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung meninjau lapangan. Tim PVMBG yang diketuai Hery Purnomo mengumpulkan beberapa data temuan dan masih mengkajinya.
Tim tersebut menelusuri penyebab amblesnya beberapa sumur di Desa Manggis, Kecamatan Puncu. Apalagi setiap hari jumlah sumur yang ambles terus bertambah. Bahkan kini sudah menjalar ke desa tetangga, yakni Dusun Jatirejo, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu. Data terakhir, total sumur yang ambles di dua desa itu sebanyak 131 titik.
Hery juga menjadi kepala tim tanggap darurat bencana gerakan tanah PVMBG itu menganggap, ada beberapa kemungkinan yang mengakibatkan tanah sumur ambles.
Dia menyebut ada peristiwa pelarutan dalam tanah yang membuat tanahnya bergerak. Lalu, ada rongga pada tanah seperti terowongan yang ambles. ''Di sini masuk kawasan vulkanik karena dekat dengan Gunung Kelud. Ini bisa saja terjadi,'' katanya. Yang terakhir adalah terjadinya perubahan fisik lapisan di bawah tanah, yakni gejala retakan aquiver pada lapisan pembawa air yang tertekan tanah.
Kemungkinan-kemungkinan itu sangat bisa menjadi penyebab amblesnya sumur. ''Kami butuh waktu paling lama satu bulan untuk memastikan penyebab terjadinya fenomena ini,'' ucap Hery kepada Jawa Pos Radar Kediri seusai rapat koordinasi dengan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kemarin siang.
Bersama dengan sembilan anggotanya, Hery akan berfokus pada naiknya air di sumur-sumur warga sehingga mengakibatkan tanah ambles. ''Kita akan pakai alat georadar atau geolistrik untuk mengerjakan ini,'' bebernya. Atas peristiwa yang terjadi beberapa hari ini, warga cukup khawatir bila yang ambles juga merembet ke rumah-rumah. Hery pun meminta warga tidak panik. Saat ini peristiwanya lebih banyak terjadi di sumur yang ada sumber airnya.
Sementara itu, Bupati Kediri Haryanti juga merespons adanya fenomena alam di Desa Manggis dan Desa Gadungan, Kecamatan Puncu. Dia meminta agar warga, khususnya di Dusun Nanas, Desa Manggis, tidak mengonsumsi air sumur. Sebab, tim kesehatan dari Puskesmas Puncu yang diterjunkan ke lokasi untuk mengecek kandungan airnya menemukan kadar aluminium dan florida yang cukup tinggi.
''Ini hasil screen test untuk sementara. Hasil resminya tetap menunggu uji labkasda,'' tutur bupati dua periode tersebut. Air bersih tetap akan didistribusikan. Setidaknya, dalam sehari empat tangki berisi 4 ribu liter air terus disalurkan. Khusus warga yang sudah membuat pompa air di sumur-sumur yang ambles sebaiknya memanfaatkan air untuk mencuci baju dan mandi cuci kakus (MCK).
Kepala Puskesmas dr Akhmad Khotib yang melakukan pemeriksaan sampel di empat titik di Desa Manggis itu menyebutkan, bahaya mengonsumsi air yang mengandung aluminium dan florida tinggi akan terjadi dalam kurun waktu lama. ''Dampak jangka panjang pada pengeroposan tulang,'' bebernya. Untuk jangka pendeknya, akan terjadi diare. (rq/c19/ano)

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
