Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Mei 2017 | 03.15 WIB

Inilah Penyebab Fenomena Alam Misterius Sumur Ambles di Jatim

Sumur-sumur di Kediri Jawa Timur yang ambles - Image

Sumur-sumur di Kediri Jawa Timur yang ambles

JawaPos.com - Terjadinya fenomena alam misterius di Kediri, Jawa Timur membuat tim dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung meninjau lapangan. Tim PVMBG yang diketuai Hery Purnomo mengumpulkan beberapa data temuan dan masih mengkajinya. 



Tim tersebut menelusuri penyebab amblesnya beberapa sumur di Desa Manggis, Kecamatan Puncu. Apalagi setiap hari jumlah sumur yang ambles terus bertambah. Bahkan kini sudah menjalar ke desa tetangga, yakni Dusun Jatirejo, Desa Gadungan, Kecamatan Puncu. Data terakhir, total sumur yang ambles di dua desa itu sebanyak 131 titik.



Hery juga menjadi kepala tim tanggap darurat bencana gerakan tanah PVMBG itu menganggap, ada beberapa kemungkinan yang mengakibatkan tanah sumur ambles



Dia menyebut ada peristiwa pelarutan dalam tanah yang membuat tanahnya bergerak. Lalu, ada rongga pada tanah seperti terowongan yang ambles. ''Di sini masuk kawasan vulkanik karena dekat dengan Gunung Kelud. Ini bisa saja terjadi,'' katanya. Yang terakhir adalah terjadinya perubahan fisik lapisan di bawah tanah, yakni gejala retakan aquiver pada lapisan pembawa air yang tertekan tanah.



Kemungkinan-kemungkinan itu sangat bisa menjadi penyebab amblesnya sumur. ''Kami butuh waktu paling lama satu bulan untuk memastikan penyebab terjadinya fenomena ini,'' ucap Hery kepada Jawa Pos Radar Kediri seusai rapat koordinasi dengan badan penanggulangan bencana daerah (BPBD) kemarin siang.



Bersama dengan sembilan anggotanya, Hery akan berfokus pada naiknya air di sumur-sumur warga sehingga mengakibatkan tanah ambles. ''Kita akan pakai alat georadar atau geolistrik untuk mengerjakan ini,'' bebernya. Atas peristiwa yang terjadi beberapa hari ini, warga cukup khawatir bila yang ambles juga merembet ke rumah-rumah. Hery pun meminta warga tidak panik. Saat ini peristiwanya lebih banyak terjadi di sumur yang ada sumber airnya.



Sementara itu, Bupati Kediri Haryanti juga merespons adanya fenomena alam di Desa Manggis dan Desa Gadungan, Kecamatan Puncu. Dia meminta agar warga, khususnya di Dusun Nanas, Desa Manggis, tidak mengonsumsi air sumur. Sebab, tim kesehatan dari Puskesmas Puncu yang diterjunkan ke lokasi untuk mengecek kandungan airnya menemukan kadar aluminium dan florida yang cukup tinggi.



''Ini hasil screen test untuk sementara. Hasil resminya tetap menunggu uji labkasda,'' tutur bupati dua periode tersebut. Air bersih tetap akan didistribusikan. Setidaknya, dalam sehari empat tangki berisi 4 ribu liter air terus disalurkan. Khusus warga yang sudah membuat pompa air di sumur-sumur yang ambles sebaiknya memanfaatkan air untuk mencuci baju dan mandi cuci kakus (MCK).




Kepala Puskesmas dr Akhmad Khotib yang melakukan pemeriksaan sampel di empat titik di Desa Manggis itu menyebutkan, bahaya mengonsumsi air yang mengandung aluminium dan florida tinggi akan terjadi dalam kurun waktu lama. ''Dampak jangka panjang pada pengeroposan tulang,'' bebernya. Untuk jangka pendeknya, akan terjadi diare. (rq/c19/ano) 


Editor: Thomas Kukuh
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore