Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 30 April 2017 | 15.23 WIB

Perempuan yang Disiram Bensin Suami Sirinya itu Akhirnya Tewas

JENGUK KORBAN : Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dengan didampingi Ny Cut Laura Kusworo sempat  menjenguk Uli Rubianti, korban kekerasan oleh suami sirinya, yang tengah dirawat di RSD dr Soebandi Jember, Minggu (2/4) lalu - Image

JENGUK KORBAN : Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dengan didampingi Ny Cut Laura Kusworo sempat menjenguk Uli Rubianti, korban kekerasan oleh suami sirinya, yang tengah dirawat di RSD dr Soebandi Jember, Minggu (2/4) lalu

JawaPos.com - Perempuan yang disiram bensin suami sirihnya, akhirnya tewas setelah menjalani perawatan selama 29 hari di RSD Soebandi, Jember. Uli Ru bianti, yang juga karyawan toko kosmetik Flashin di pertokoan Mastrip Jember yang dibakar Ibrahim - suami sirinya,  akhirnya tewas setelah 29 hari dirawat di RSD Soebandi Jember, Jumat (28/4) petang. Sebelum meninggal, dia meminta pelaku di hukum seumur hidup. Eki Wulandari --kakak korban-- saat diwawan carai Sabtu (29/4) kemarin, mengakui sejak masuk RSD Soebandi, adiknya tidak pernah dipindah dari ruang isolasi kamar Ma war. Selain luka bakarnya cukup luas, ter nyata juga begitu da lam bahkan bisa disebut parah. Meski demikian


selama 29 hari berjuang melawan maut, adiknya begitu berse mangat ingin sembuh. Bahkan kata Wulan, Uli ingin move on dan kembali membuktikan bahwa dia bisa bangkit dari keterpurukan terparah selama hidupnya. “Teta pi dua hari terakhir, dia mengaku tidak kuat lagi karena sakitnya,” ujarnya. Wulan, juga menemukan tandatanda lain selama dua hari terakhir. Salah satunya, kotoran Uli yang mulai seperti bayi.


Saat menanyakan pada perawat, pembulu darah adiknya diduga pecah. Bahkan, kuat dugaan para-paru korban juga mulai tidak normal. “Tetapi itu prediksi keluarga. Karena dokter belum memberi informasi itu,” terangnya. Kata Wulan itu beralasan, karena setelah kejadian itu korban pernah cerita padanya, sempat menenggak bensin secara tidak se ngaja yang disiram suami sirinya. Selain itu, dadanya sering sesak karena terlalu banyak menghirup asap. Dia masih mengingat, pesan kor ban yang disampaikan padanya. Saat itu kata Wulan, adiknya mengeluh begitu tersiksanya dia karena sakit bekas bakaran. Bukan hanya perih di kulitnya.


Namun yang membuat paling tersiksa, selama itu pula korban tidak bisa bergerak. Korban Uli Rubianti juga sempat berpesan pada Wulan, supaya ber juang menuntut keadilan hing ga pelaku dihukum seumur hidup. “Adik saya nangis. Minta Ibrahim dihukum seumur hidup. Alasannya, supaya ikut merasakan tersiksanya seperti yang dia alami,” terangnya. Dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 17.00, Uli kemudian di bawa ke rumah duka di tempat kakaknya, di Jalan Kaca Piring Gang 3 Blok 10, Kelurahan Gebang, Kecamatan Patrang. Kemudian, dia dimakamkan 20.00. Ber untung kata Wulan, selama hampir sebulan dirawat di RSD Soebandi Jember, adiknya tidak dikenakan biaya perawatan karena ditanggung BPJS Kesehatan. (rul/hdi)


Editor: Soejatmiko
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore