
Mahakarya Dyan Nugra yang dipamerkan di ajang Exotica Kebaya 2017.
JawaPos.com - Desainer kenamaan Indonesia asal Surabaya Dyan Nugra kembali meneruskan kampanye positifnya, Love Indonesia. Yang terbaru, perempuan kreatif yang juga pemegang sertifikat make up dari Italia dan sulam alis dari Korea itu tampil dalam ajang Exotica Kebaya 2017. Ajang itu digelar di Royal Plaza.
Dalam penampilan terbarunya itu, Dyan membawa 8 mahakarya. Mengangkat tema Madame van Java, Dyan berusaha memadukan unsur tradisional dengan international look. Sehingga cocok diaplikasikan bagi semua kalangan.
Yang menarik dalam koleksi kebayanya kali ini adalah Dyan menggunakan bahan dasar kulit dan metal. Dia menyebutnya sebagai kebaya glamrock. Bahan tambahan lain ada tule, satin duches, embroidery, beading, dan jarik prada,
Beberapa warna logam menjadi pilihannya kali ini. Di antaranya silver, gold, dan warna tembaga serta platinum.
Pola top cutting yang diaplikasikan perempuan bertitel S2 dari ITS dan Unair itu lebih banyak bermain pada bustier, long sleeve, dan cardigan. Sedangkan skirt atau bawahannya memakai pola mermaid, pencil, full clock, dan ballgown. ”Sehingga kesannya tegas, seksi, anggun, dan elegan,” jelasnya.
Madame van Java menurut perempuan yang dianugerahi titel beautypreneur dari Martha Tilaar itu terinspirasi dari kecantikan dan kemegahan kaum hawa di era 1800an.
Setiap berkarya, Dyan selalu menelurkan gaun yang tak lekang oleh waktu serta bisa digunakan di berbagai acara. Sebab bisa di-mix and match-kan. ”Kan sayang kalau beli gaun tapi hanya bisa dipakai sekali saja. Asal mau berkreasi saja, kita bisa tampil berbeda dan tetap menawan dengan menggunakan satu bahan gaun,” jelas dia.
Tak hanya menampilkan karya yang spektakuler, Dyan yang memiliki jiwa ertertaint itu juga memoles fashion shownya menjadi pertunjukan yang menarik ditonton. Khusus untuk Exotica Kebaya kemarin, Dyan menampilkan tarian tradisional bondan sebagai pembuka sebelum parade model yang memakai karyanya berlenggak-lenggok di catwalk.
Pertunjukan itu terlihat luar biasa. Bagaimana musik gending yang menjadi latar tarian tiba-tiba berubah 180 derajat menjadi musik rock dari band legendaris AC/DC. ”Ini adalah konsep akulturasi budaya. Saya ingin masyarakat khususnya generasi muda tidak lupa akan khazanah budaya negeri ini termasuk tariannya. Intinya adalah modern boleh, tetap jangan melepaskan akar budaya,” jelas dia.
Sebelum tampil di Exotica Kebaya, pekan sebelumnya Dyan berhasil memukau pecinta fashion Jakarta saat tampil sebagai desainer tamu dalam ajang bergengsi JF3 atau Jakarta Fashion and Food Festival. "Saya ingin memberikan sesuatu yang beda. Dengan kreativitas tinggi, kita pasti bisa memunculkan tren baru. Sehingga bukan sekadar menjadi," ujar Dyan. (pda/jpg)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
