
Ilustrasi
JawaPos.com – Terkait kaburnya 17 tahanan dari Polres Malang. Kini memasuki hari ke- 9 dan masih menyisakan tiga orang lagi. Hal itu menyusul tertangkapnya tiga buron di tempat yang berbeda, Kamis (27/4). Dua orang di antaranya ditangkap tim Buru Sergap (Buser) di luar kota. Wakapolres Malang Kompol Deky Hermansyah menyatakan, tiga tahanan kabur yang berhasil ditangkap lagi adalah Iwan Junaidi, 42; Rusdy Adi, 28; dan Slamet Arifin, 30. ”Dua orang itu kami tangkap di luar kota. Satu di Jawa Barat, satunya lagi di Jember,” ujar Deky.
Iwan Junaidi yang diketahui beralamat di Jakarta ditangkap di tempat persembunyiannya di Tasikmalaya, Jawa Barat, (26/4). Narapidana kasus penipuan di Kecamatan Gondanglegi tersebut ditangkap tim yang dipimpin langsung oleh Kasatreskrim Polres Malang AKP Azi Pratas. Iwan yang masuk tahanan 20 Maret 2017 tersebut tak berkutik saat petugas menggerebek rumah salah seorang kerabatnya itu. Dengan tangan terborgol, Iwan digelandang ke Polres Malang.
Selain itu, Rusdy Adi yang diketahui beralamat di Sampang Madura juga berhasil disergap tim Buser Polres Malang, Kamis (27/4), sekitar pukul 04.00 di Jember. Tim yang dipimpin Kasatreskoba AKP Syamsul Hidayat itu sempat melakukan pendekatan kepada tokoh masyarakat setempat dan tokoh agama. ”Anggota tidak berjalan sendiri, mereka melakukan langkah persuasif dengan melibatkan tokoh setempat,” imbuhnya. Narapidana yang terjerat kasus narkoba tersebut diamankan dari tempat persembunyiannya di kawasan Keca matan Tanggul, Kabupaten Jember.
Sementara itu, Slamet Arifin, 30, warga Desa Kedungbanteng, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang, juga kembali diringkus dari tempatnya bersembunyi yang tak jauh dari rumahnya. Se kitar pukul 10.00 ke marin, Slamet ditang kap saat bersembunyi di rumah warga, kawasan Pantai Sendang Biru. Deky yakin, tiga orang tahanan yang belum ditemukan akan segera tertangkap. ”Kami sudah mengantongi informasi-informasi ke mana mereka pergi,” paparnya. Tiga orang tahanan yang masih buron tersebut adalah M. Faris, 24, warga Surabaya; Muhamad Nawir, 36, warga Kota Malang; dan Bendot, 20, warga Desa Tirtomoyo, Kecamatan Ampelgading.
Deky pun mengultimatum tiga tahanan yang belum tertangkap tersebut agar menyerah sebelum ditangkap tim Buser. ”Kalau mereka (tiga tahanan sisa) melunak, kami ikut lunak. Kalau mereka kencang, kami lebih kencang,” tegasnya lagi. Saat digelandang ke Polres Malang, Slamet mengakui, dirinya dihantui perasaan takut bakal ditembak selama menjadi buron. Oleh karena itu, dia tak melawan saat petugas mengendus tempat persembunyiannya. ”Tahu ada petugas, saya langsung angkat tangan,” tuturnya. (jaf/c3/nay/JPG)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
