Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 April 2017 | 02.51 WIB

Yakin Siswa Raih Prestasi dengan Jujur

KAWAL: Mahin (batik biru berkopiah) bersama Polwan Polres Gresik  Bripka Mastiya Dian ketika memantau kedatangan soal Unas SMP pada Kamis (27/4) di kantor Dispendik Gresik. - Image

KAWAL: Mahin (batik biru berkopiah) bersama Polwan Polres Gresik Bripka Mastiya Dian ketika memantau kedatangan soal Unas SMP pada Kamis (27/4) di kantor Dispendik Gresik.


JawaPos.com – Ujian nasional (unas) SMP sederajat sudah berada di depan mata. Hampir 19 ribu siswa tengah mempersiapkan diri demi menghadapi unas pada Selasa, Rabu, Kamis, dan Senin (2-3-4-8/5). Gresik yakin mampu meraih nilai dan peringkat bagus di Jawa Timur.



Hingga Kamis (27/5), persiapan unas sudah matang. Baik sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) maupun ujian nasional pensil dan kertas (UNPK). Sekolah di daratan Gresik maupun Pulau Bawean juga telah menerima soal.



Soal unas untuk peserta di Gresik datang Kamis itu. Jumlahnya mencapai 202 boks. Soal diinapkan sehari di kantor Dispendik Gresik. ”Besok (hari ini, Red) langsung didistribusikan ke polsek-polsek sesuai dengan subrayon,” jelas Kadispendik Gresik Mahin.



Sejak pagi, ruang penyimpanan sementara soal sudah steril. Ruangan itu dijaga polisi. Distribusi soal ke subrayon hari ini (28/4) juga dikawal polisi. ”Jadi, kami jamin naskah soal tidak mungkin bocor,” tegasnya.



Sementara itu, soal untuk murid-murid kelas IX di Bawean dikirim pada Senin (24/4) dengan kapal Dharma Lautan Utama (DLU) dari Tanjung Perak. Jumlahnya mencapai 23 boks. Sebab, dua kapal laut rute Pelabuhan Gresik ke Bawean belum beropeasi karena sedang docking.



Mahin berharap siswa-siswi Kota Pudak mampu meraih hasil yang menggembirakan dalam unas mendatang. Paling tidak, bisa bertengger di peringkat lima besar seluruh Jawa Timur. Dia optimistis. ”Itu bisa diraih. Anak-anak harus tenang dan fokus belajar,” imbuhnya.



Namun, lanjut dia, nilai unas bukanlah target utama. Yang terpenting, pelaksanaan unas harus benar-benar berintegritas dan jujur. Karena itu, para kepala sekolah SMP/MTs telah meneken pakta integritas. Salah satu poinnya, sekolah harus menyelenggarakan unas secara jujur dan bermartabat. ”Kepala sekolah dan guru pantang membocorkan naskah,” ungkap Kabid Pendidikan Dasar (Dikdas) Nur Maslichah.



Dia mengingatkan, kepala sekolah dan guru juga wajib menjaga akhlak maupun budi pekerti siswa. Sebab, kelulusan mereka sangat ditentukan moralitas tersebut. Nilai unas bukan lagi penentu kelulusan. ”Tujuan pendidikan yang sesungguhnya kan menjaga mentalitas dengan memiliki budi pekerti yang baik,” lanjutnya.



Untuk unas 2017, total ada 18.901 peserta. Mereka berasal dari 251 lembaga. Di antaranya, 88 menyelenggarakan unas dengan UNBK dan 163 sekolah lain dengan unas berbasis kertas. (mar/c16/roz/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore