Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 29 April 2017 | 02.38 WIB

15 Ribu Lebih Pelajar Ditiilang, Terus Kampanyekan Bersepeda Ontel

Data Penindakan Save Our Student - Image

Data Penindakan Save Our Student


JawaPos.com – Semakin banyak sekolah yang turut aktif berkampanye program Save Our Students (SOS). Sebelumnya, SMPN 1 Jabon dan SMPN 1 Tulangan menggelar gebyar gerakan naik sepeda pancal ke sekolah. Kali ini, giliran SMPN 2 Wonoayu yang tergerak.



Kepala SMPN 2 Wonoayu Netty Latiningsih mengatakan, seluruh siswa dikerahkan untuk mengikuti pawai bersepeda pancal keliling desa di sekitar sekolah. Gerakan tersebut sekaligus menegaskan komitmen sekolah untuk menerapkan program SOS. ’’Kami sangat mendukung program SOS. Kami mengadakan gerakan bersepeda pancal bersama,” katanya.



Kegiatan bersepeda pancal tersebut dilaksanakan pada hari ini (28/4) pukul 07.00 dengan start dari sekolah. Dalam kegiatan itu, seluruh siswa juga melaksanakan gerakan literasi dalam bentuk tulisan yang akan disampaikan kepada masyarakat sekitar. ’’Jadi, sekaligus menumbuhkan semangat literasi,” ujarnya.



Sementara itu, jajaran kepolisian membuktikan komitmennya untuk terus mengampanyekan program Save Our Student (SOS). Caranya, intensif melakukan razia. Hanya dalam waktu sekitar 4 bulan, petugas telah menindak 15.000 pelajar bermotor.



Jumlah tersebut melonjak drastis ketimbang tahun sebelumnya. Saat itu jumlah pelajar yang terkena tilang mencapai sekitar 6.600. Jumlah penindakan yang semakin tinggi tersebut diharapkan bisa menekan tren pelajar bermotor.



Wakasatlantas Polresta Sidoarjo AKP I Gusti Made Merta menyatakan, angka penindakan itu menjadi satu bukti bahwa jajaran kepolisian tidak setengah-setengah dalam menggelorakan program SOS. Tujuannya, menyelamatkan anak-anak muda dari potensi menjadi korban kecelakaan. ’’Mereka adalah aset negara,’’ ucapnya Kamis (27/4).



Razia terhadap pelajar bermotor tidak bakal kendor. Kebijakan tersebut cukup efektif untuk menekan angka kecelakaan yang melibatkan pelajar. Selain itu, kebijakan tersebut mengantisipasi praktik balap liar yang sempat marak di jalanan Kota Delta. ’’Masing-masing tidak bisa dipisahkan karena saling berkaitan. Jika diamati dengan teliti, para pelaku balap liar itu juga masih muda-muda,’’ ujarnya.



Gusti menjelaskan, banyaknya motor yang +++dikandangan selama kampanye program SOS juga memberikan dampak lain. Meski terkadang masih terlihat, aksi balap liar belakangan mulai tereduksi. ’’Sudah banyak motor protolan yang kami sita. Setiap hari seluruh polsek jajaran juga mengamankan kendaraan yang tidak memenuhi spesifikasi,’’ katanya.



Selain terus intensif melakukan razia, ucap dia, petugas rajin melaksanakan langkah pencegahan dengan menggiatkan sosialiasi. Jajaran mendatangi sekolah-sekolah dan memasang spanduk imbauan di titik yang gampang dibaca. Langkah itu diharapkan bisa mengetuk hati pelajar. Terutama para orang tua.



Mantan Kasatlantas Polres Madiun tersebut menuturkan, pihaknya tengah menggodok wacana lain untuk menyukseskan program SOS. Yakni, mendatangkan pakar ESQ (emotional spiritual quotients) ke sekolah-sekolah. ’’Jadi, seperti mengadakan pelatihan safety riding ke pelajar. Diupayakan bisa berjalan secepatnya,’’ ungkapnya.



Gusti menjelaskan, pelatihan itu bertujuan membekali anak-anak muda agar lebih paham mengenai undang-undang lalu lintas serta etika dalam berkendara. ’’Banyak juga mereka yang sudah dewasa, tetapi saat berkendara membahayakan pengendara lain. Misalnya, melaju zig-zag, tidak menjaga jarak dengan kendaraan lain, dan pelanggaran lain,” ujar perwira polisi dengan tiga balok di pundak tersebut.



Baur Tilang Polresta Sidoarjo Bripka Mochammad Zamroni mengungkapkan, tilang terhadap pelajar bermotor sejauh ini terus dilakukan. Mulai Selasa (25/4) hingga Kamis (28/4), jumlah surat tilang yang dilayangkan masing-masing 175, 191, dan 202 lembar. ’’Polisi tidak akan lelah melakukan penertiban. Terutama pada jam berangkat dan pulang sekolah,’’ katanya.



Zamroni menegaskan, penertiban pelajar bermotor merupakan salah satu atensi Polresta Sidoarjo dan polsek jajaran. Berbagai upaya akan ditempuh agar siswa meninggalkan kebiasaan buruk membawa motor ke sekolah. ’’Golnya adalah menyelamatkan nyawa generasi muda agar tidak meninggal sia-sia karena kecelakaan lalu lintas,’’ jelasnya. (ayu/edi/c7/c20/hud/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore