Minggu, 30 Apr 2017
JPG Today

Paman dan Keponakan yang Jadi Bandar Sabu Divonis 11 Tahun

Sabtu, 22 Apr 2017 00:35 | editor : Fadhil Al Birra

Mulyadi alias Mumul (42)  dan Abdillah alias Abdi (27), hanya bisa tertunduk lesu begitu mendengar majelis hakim yang diketuai Rosmawati MH, menjatuhkan vonis  11 tahun pidana penjara di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (20/4) siang.

Mulyadi alias Mumul (42) dan Abdillah alias Abdi (27), hanya bisa tertunduk lesu begitu mendengar majelis hakim yang diketuai Rosmawati MH, menjatuhkan vonis 11 tahun pidana penjara di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (20/4) siang. (Maulana/Radar Banjarmasin)

JawaPos.com - Mulyadi alias Mumul (42) dan Abdillah alias Abdi (27), hanya bisa tertunduk lesu begitu mendengar majelis hakim yang diketuai Rosmawati MH, menjatuhkan vonis 11 tahun pidana penjara di Pengadilan Negeri (PN) Banjarmasin, Kamis (20/4) siang.

Paman dan keponakan ini juga didenda Rp 1,5 miliar atau subsider 6 bulan penjara. Saat sidang mereka terlihat tegang mendengarkan majelis hakim membacakan amar putusan. Mereka didampingi kuasa hukum Iin Fitriyanti.

Keduanya tidak bisa berbuat banyak, hanya bisa menjawab pikir-pikir ketika hakim menanyakan dengan putusan hukuman tersebut. “Kami pilih pikir-pikir yang mulia,” ucap Mulyadi.

Sebenarnya putusan hakim lebih rendah 6 tahun dari pada tuntutan jaksa Wahid. Ia menuntut mereka 17 tahun penjara karena telah melanggar pasal 132  ayat 1 Jo pasal 112 ayat 1 UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 65 ayat ke 1 KUHP.

Sekadar mengingatkan, paman dan keponakan ini ditangkap anggota BNNP Kalsel di Desa Andang, Kecamatan Haruyan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Sabtu (10/9) sekitar pukul 21.00 Wita, setelah 21 hari buron.

Mereka sejak Maret 2016 sudah menjadi target operasi. Dalam proses penangkapan, kedua terdakwa cukup licin dan selalu melakukan perlawanan. Bahkan dalam pencegatan di lokasi awal di jalan Guntung Ujung, Kabupaten Banjar, mereka berhasil kabur dan nyaris saja dua anggota BNNP ditabrak kedua terdakwa.

Berlanjut penangkapan di Barabai, mereka juga melakukan perlawanan dan setelah tembakan peringatan dikeluarkan barulah mereka menyerah. Sebelum diringkus, petugas lebih dulu menemukan jumlah barang bukti 0,5 kg sabu pada 17 Agustus 2016 di kantin sekolah milik istrinya dan di lokasi awal penyergapan. Selain itu petugas juga menyita uang Rp 90 juta dan sejumlah senjata airsoft gun. (lan/fab/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia