Rabu, 28 Jun 2017
JPG Today

Akhirnya Polisi Koboi Lubuk Linggau Jadi Tersangka

Terancam Dipecat

Jumat, 21 Apr 2017 22:30 | editor : Ilham Safutra

Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto. (KRIS SAMIAJI/Sumatera Ekspres/JawaPos.com)

JawaPos.com - Bidang Propam Polda Sumatera Selatan secara resmi menetapkan Brigadir K sebagai tersangka atas aksinya yang melepaskan tembakan yang membabi buta kepada warga. Tembakan itu disasarkan ke sebuah mobil Honda City Hitam beromor polisi BG 1488 ON hingga membuat Suruni, satu dari enam korban luka tembakan meninggal dunia.

Dengan status tersangka itu, kini Brigadir K menjalani masa penahanan di Polda Sumsel. Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto membenarkan penetapan tersangka tersebut. "Iya sudah (tersangka) dan sudah ditahan," kata Irjen Agung kepada JawaPos.com, Jumat (21/4).

Lebih lanjut dia menerangkan, Brigadir K telah selesai menjalani proses sidang kode etik, dan hasilnya diharuskan untuk lanjut ke pidana.  "Pasal 359 (tentang kelalaian menyebabkan meninggal dunia) jo Pasal 360 (tentang kelalaian menyebabkan luka) KUHP ayat 1 ancaman penjara 5 tahun," sambung dia.

Dengan ancaman hukuman tersebut, kata mantan Kakorlantas ini, bintara polisi yang selama ini bertugas di Satuan Sabhara Polres Lubuk Linggau itu terancam dipecat alias pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH). "Itu tergantung putusan hakim, kalau vonis 4 tahun penjara bisa di-PTDH (pemberhentian tidak dengan hormat)," ucapnya.

Mantan Kapolda Kalimantan Selatan ini juga menyebutkan, sejauh ini mereka masih fokus memeriksa Brigadir K, sementara untuk atasan dari Brigadir K tidak ada diperiksa. "Sementara tidak ada (memeriksa atasan), karena putusan menembak dari yang bersangkutan," ucap dia.

Diketahui Brigadir K adalah anggota polisi yang memberondong satu keluarga saat menolak dirazia di Jalan Lintas Timur, Kecamatan Lubuk Linggau Timur 1, Kabupaten Lubuk Linggau, pada Selasa 18 April 2017 lalu. (elf/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia