Minggu, 20 Aug 2017
EPL

Belasungkawa Mengalir untuk Wafatnya Mantan Bek Timnas Inggris

Jumat, 21 Apr 2017 21:59 | editor : Irawan Dwi Ismunanto

Ugo Ehiogu meninggal dunia akibat serangan jantung pada Jumat (21/4) pagi waktu Inggris.

Ugo Ehiogu meninggal dunia akibat serangan jantung pada Jumat (21/4) pagi waktu Inggris. (theguardian.com)

JawaPos.com - Dunia sepak bola, khususnya Inggris, tengah dirundung duka. Mantan bek tangguh Timnas Inggris, Ugo Ehiogu, meninggal dunia pada usia 44 tahun, Jumat (21/4). Ucapan belasungkawa pun mengalir deras dari kolega dan insan sepak bola dunia.

Wafatnya Ehiogu dikabarkan langsung oleh pihak Tottenham Hotspur, tempatnya bekerja. Dalam keterangan resminya, Tottenham menyebutkan, Ehiogu kolaps secara tiba-tiba saat tengah bertugas melatih tim U-23 di tempat latihan tim pada Kamis (20/4) pagi waktu setempat. Diduga kuat, Ehiogu terkena serangan jantung.

"Kata apapun tak bisa mengekspresikan rasa terkejut dan kepedihan yang kami rasakan di sini, di klub. Kehadiran Ugo tak akan tergantikan. Belasungkawa kami untuk istrinya Gemma dan juga keluarga," ucap Head of Development Tottenham, John McDermott.

Insiden serangan jantung yang menyerang Ehiogu memang sangat tiba-tiba. Pada Kamis pagi, dia masih memimpin latihan tim U-23 Tottenham, sebelum mendadak ambruk dan tak sadarkan diri. Tim medis Tottenham langsung melarikannya ke rumah sakit dengan ambulans.

Selama seharian, Ehiogu mendapat penanganan di rumah sakit, berjuang antara hidup dan mati. Pada akhirnya, nyawa Ehiogu tak terselamatkan. Kubu Tottenham menginformasikan pada Jumat pagi bahwa mantan bek Aston Villa dan Middlesbrough itu sudah berpulang ke sisi Tuhan.

Dengan musibah itu, para pemain Chelsea dan Tottenham memutuskan akan mengenakan pita hitam di lengan sebagai bentuk belasungkawa terhadap koleganya. Selain itu, pada laga semifinal Piala FA di Stadion Wembley, Sabtu (22/4) itu, terlebih dahulu dilakukan minute of silence atau mengheningkan cipta.

Tak berapa lama setelah kabar itu beredar, ucapan dukacita mengalir deras dari para kolega, dan juga insan sepak bola dunia. Ehiogu memang dikenal sebagai pria yang mudah bergaul dan disukai teman-temannya. Di balik permainan lugas dan keras, dia memiliki kepribadian baik dan murah hati.

"Baru saja memberikan uang 10 pounds kepada gadis tunawisma semalam di Dalston. DIa tak memminta atau memohon. Ini hanya reaksi spontan dari saya. Saya tak berdusta. Tapi saya merasa senang. #dosomethingkind," cuit terakhir Ehiogu di akun Twitter pribadinya @UgoEhiogu pada 30 Maret silam.

Ehiogu memulai karier profesionalnya bersama West Bromwich Albion sebelum diboyong ke Aston Villa pada 1991 leh Manajer Ron Atkinson. Bersama Villa, dia tampil lebih dari 300 pertandingan, termasuk saat kalah dari Chelsea di final Piala FA 2000.

Pada akhir 2000, Ehiogu pindah ke Middlesbrough dengan rekor transfer 8 juta pounds. Dia tercatat menjadi pencetak gol pertama Timnas Inggris pada debut Manajer Sven Goran-Eriksson saat menang 3-0 pada laga persahabatan melawan Spanyol, 2001 silam.

Akibat didera cedera parah kambuhan, karier Ehoogu di Middlesbrough perlahan tergerus. Dia dipinjamkan ke Leeds United pada 2006, pun pernah mencicipi karier bersama Sheffield United dan Rangers sebelum pensiun sebagai pemain pada 2009. Selama tiga tahun terakhir, ayah satu putra ini tercatat bekerja sebagai pelatih tim U-23 Tottenham.

Selamat jalan, Ugo Ehiogu! (ira/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia