Minggu, 30 Apr 2017
Sepakbola Indonesia

Marquee Player Arema Tak Mau Jadi Tarzan

Jumat, 21 Apr 2017 21:25 | editor : Irawan Dwi Ismunanto

Juan Pablo Pino (kiri) mengaku akan giat belajar bahasa Indonesia.

Juan Pablo Pino (kiri) mengaku akan giat belajar bahasa Indonesia. (Ipunk Purwanto/Malang Pots)

JawaPos.com - Marquee player Arema FC, Juan Pablo Pino, tak mau menjadi seperti Tarzan, yang tak memahami bahasa atau budaya di lingkungan barunya. Karena itu, pemain asal Kolombia itu bertekad belajar bahasa Indonesia.

Pino sudah serius mengikuti latihan sejak Selasa (18/4) lalu, termasuk menjalani latihan berat bersama tim pelatih Aji Santoso. Selain itu, agar cepat beradaptasi, ia mulai belajar bahasa agar tak berkomunikasi ala bahasa Tarzan.

Sedikit demi sedikit, Pino belajar Bahasa Indonesia. Ia rajin bertanya kepada dua pemain berdarah Amerika Latin, Esteban Vizcarra dan Arthur Cunha.

"Yang pasti saya ingin segera bermain bersama tim ini. Saat ini, saya memang masih beradaptasi, tetapi saya semangat untuk menyambut laga pertama saya, semoga pekan ini sudah bermain," ujar Juan Pablo Pino.

Menurutnya, adaptasi dia, selain dengan rekan-rekan dan gaya bermain tim yang dikomandoi Aji Santoso itu, juga terkait bahasa. Dia yang hanya menguasai Bahasa Spanyol, juga ingin belajar bahasa yang sesuai dengan tempat dia bermain.

"Tentu saya mau belajar bahasa, karena itu membuat komunikasi lebih mudah dan cepat. Tetapi saat ini mungkin masih minta bantuan. Sambil berjalannya waktu, saya harus bisa,"paparnya.

Hal itu pula, yang membuat dia tidak pernah jauh dari Esteban dan Arthur selama Arema berlatih. Dia dengan cepat meminta arti dari apa yang diinstruksikan pelatih, untuk dia praktikkan dalam latihan.

"Tetapi secara sekilas, pelatih dan pemain juga membantu saya memahami instruksi dengan memberikan contoh juga," ungkap dia.

Eks AS Monaco dan Galatasaray itu memprediksi, dia bisa cepat menyatu dengan tim dan mewujudkan target untuk bisa membawa Arema juara. Sebab, dirinya melihat jika pemain lain di tim kelahiran 1987 itu memiliki target yang juga sama, yakni menjadi juara.

"Meski saya belum mengerti bahasa mereka, saya merasakan jika pemain lain memiliki kemauan yang sama dengan saya. Apalagi, Arema selama ini tercatat menjadi tim yang selalu bersaing di papan atas yang membuat pemainnya bersemangat memperoleh titel terbaik," tambah dia.

Pino pun mengakui terkesan dengan fanatisme pendukung Arema. Hal itu sesuai dengan apa yang dia lihat setelah mendapatkan informasi dari agen, jika Arema menginginkannya. "Atmosfer sepak bola di sini bagus, yang utama juga suporternya," sebut dia.

Wajar jika dia berkata demikian. Sebab, sekalipun tidak bisa saling mengerti ketika berkomunikasi dengan Aremania, dalam latihan bersama Arema, dua hari terakhir dia menjadi target foto dari pendukung Singo Edan tersebut. (ley/ary/ira/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia