Selasa, 30 May 2017
PEMENANG READERS CHOICE
Metropolitan

Sambut Hari Bumi, Begini Potret Kualitas Udara Ibukota

Jumat, 21 Apr 2017 20:41 | editor : Muhammad Syadri

/Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji bersama Pasukan Oranye

/Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji bersama Pasukan Oranye (Rieska/JawaPos.com)

JawaPos.com – Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta terus membenahi ibukota dengan berbagai aksi nyata. Selain semangat membersihkan sungai-sungai di Jakarta, dalam rangka menyambut Hari Bumi pada 22 April, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga berupaya menurunkan kadar polusi udara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan selain masalah sampah dan sungai, pihaknya juga fokus pada kualitas udara langit ibukota. Berdasarkan data organisasi lingkungan yang diterimanya, ambang batas kualitas udara di DKI Jakarta memang sudah bahaya.

“Lalu pengukuran debu-debu, ada standar pemantauan kualitas udara. Jakarta di atas ambang batas 2,5 mikrometer per gram, sudah kategori bahaya untuk kualitas udaranya,” tegas Isnawa di sela-sela peringatan Kartini Peduli Bumi di Pejaten Timur, Jumat (21/4).

Isnawa menjelaskan kualitas udara yang buruk ini terjadi di hampir seluruh wilayah di Jakarta terutama di pusat-pusat industri. Masyarakat diimbau untuk selalu rajin menggunakan masker jika terpapar polusi udara atau naik kendaraan umum.

“Usia muda terkena stroke dan penyakit lainnya akibat partikel udara dan debu yang berbahaya. Sarana transportasi paling banyak menjadi penyebabnya,” ungkap Isnawa.

Karena itu pihaknya berupaya untuk melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala dan menggulirkan berbagai program seperti penggunaan konverter kit, langit biru, dan uji emisi kendaraan bermotor, serta mendorong penggunaan Bahan Bakar Gas (BBG).

“Jadi bicara bumi tak hanya soal sampah dan air, tapi juga ada udara. Tentu dengan tetap memerhatikan masalah sampah yang saat ini giat dibersihkan oleh 9 ribu Pasukan Oranye untuk bersihkan sampah, berdayakan bank-bank sampah, truk sampah, hingga sampah elektronik atau e-waste,” katanya. (cr1/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia