Jumat, 21 Jul 2017
Hukum & Kriminal

Polisi Ungkap Lokasi Penembakan Lubuk Linggau Sarang Begal

Jumat, 21 Apr 2017 20:21 | editor : Yusuf Asyari

Ilustrasi

Ilustrasi (Cecep/radarcirebon.com/JawaPos.com)

JawaPos.com - Lokasi razia yang digelar Polres Lubuklinggau di Jalan HM Soeharto Kelurahan Simpang Periuk, Lubuklinggau, Sumatera Selatan ternyata identik dengan aksi kejahatan. Sehingga razia sengaja digelar di sana untuk menjaring para penjahat.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan bahwa jalur yang dirazia itu memang sering terjadi insiden.

"Itu jalur begal juga ya, kemudian jalur narkotika juga, kemudian jalur perampokan juga. Jadi asumsi-asumsi yang beredar di aparat keamanan setempat, itu jalur rawan," kata Rikwanto, Jumat (21/4).

Sehingga kata dia, kalau ada razia yang melarikan diri kemudian dikejar tidak berhenti, ditembak peringatan juga tidak berhenti, itu akan dianggap sebagai penjahat. Hal itu mungkin mendasari Brigadir K meletuskan tembakan.

Lanjut dia menerangkan, dalam razia sebenarnya tujuannya untuk menciptakan keamanan dan ketertiban kamtibmas. "Artinya masyarakat yang berlalu lintas di jalan itu dengan adanya razia perasaan dirinya aman. Ada polisi hadir. Memang bagi yang ada masalah seperti surat kendaraan, masalah yang diangkutnya di mobil, benda-benda terlarang itu menjadi masalah," sambung dia.

Karena juga kata dia, selain menciptakan keamanan, razia juga mencari para pelaku kejahatan. "Yang dimungkinkan akan melewati daerah situ atau dimungkinkan melakukan kejahatan. Jadi yang merasa memang pada dirinya sewaktu ada razia itu ada kesalahan pasti akan menghindar," ucapnya.

Mantan Kapolres Klaten ini lantas mengatakan bahwa apa yang dilakukan korban memang terbilang ekstreme. Apalagi sampai hampir menabarak petugas, padahal kesalahan tidak terlalu fatal.

"Karena sanksinya juga paling ditilang, atau paling tidak kendaraannya disita. Tidak sampai seektrem itu. Kita sampaikan juga kepada masyarakat apabila ada razia tolong pelanggarannya sanskinya juga ringan agar berhenti itu sebuah resiko," ucapnya.

Dia juga mengingatkan kepada anggota di lapangan agar bisa lebih berhati-hati dalam bertugas. "Lakukan pemeriksaan mendalam. Ditemukan kesalahan, kelalaian dan mengakibatkan seseorang terluka atau meninggal dunia ada sanksinya nanti," papar dia. (elf/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia