Kamis, 24 Aug 2017
Features

Sujadi Siswo, Jurnalis Asing yang Hidup Antara Dua Budaya

| editor : 

Sujadi Siswo

Sujadi Siswo (Ist for Jawapos.com)

JawaPosm.com - Sujadi Siswo. Sekilas namanya seperti asli Indonesia. Suku Jawa. Ternyata, dia lahir dan besar di Singapura. Koresponden Senior Channel News Asia ini berbicara tentang pertaliannya dengan Indonesia.

Yah, nama serta penampilan fisiknya banyak yang menyangka dia orang Indonesia. Tetapi sebenarnya dia adalah Warga Negara Singapura, walaupun memang pria 52 tahun ini memiliki hubungan yang sangat kuat dengan Indonesia.

“Nama saya sangat Indonesia karena ayah saya adalah orang Jawa dari Purbalingga. Dia bermigrasi ke Selangor, Malaysia sebelum Perang Dunia II di tahun 1930-an, dan menjadi bagian dari diaspora Indonesia. Ibu saya berasal dari Johor. Lalu orang tua saya pindah ke Singapura. Singkatnya, saya adalah keturunan dari ayah Jawa dan ibu Melayu, walaupun karakter pribadi saya adalah Singapura,” katanya dalam keterangan tertulis, Jumat (21/8).

Sujadi Siswo bukan wajah baru di dunia jurnalistik. Mantan Kepala Biro Indonesia ini dikenal karena peran pentingnya dalam memberikan liputan mendalam dalam hal politik dan nasional, dari Sabang sampai Merauke.

Dia juga terjun di liputan bom Bali pada bulan Oktober 2005, gempa bumi di Jawa Tengah pada bulan Mei 2006, serta berbagai peristiwa politik selama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sujadi telah mengunjungi hampir seluruh nusantara dalam menjalankan tugasnya melaporkan berbagai macam berita.

“Saya ingat hari-hari di mana saya harus melakukan berbagai laporan di berbagai daerah di Jawa dan Sumatera. Benar-benar melelahkan, belum lagi bermacam kemunduran yang saya hadapi di lapangan, tapi masa saya di Indonesia adalah salah satu yang paling mengesankan," katanya.

Sejalan dengan itu, kepiawaian Sujadi dalam hal melaporkan berita tentang Indonesia menandai tonggak penting dalam karirnya, ketika ia dinobatkan menjadi “Journalist of the Year” pada tahun 2010 oleh Media Corp.

Selama bertugas sebagai Kepala Biro Indonesia, dari tahun 2005 hingga 2015, Sujadi membagi waktunya antara Singapura dan Jakarta sebagai koresponden berita untuk CNA, yang merupakan bagian dari Media Corp-Singapura, perusahaan pertama tempat Sujadi memulai karir jurnalistiknya.

“Saya bergabung dengan Media Corp sebagai presenter berita sesaat sebelum saya lulus dari National University of Singapore pada tahun 1989. Saat itu, saya bertugas untuk menggarap berita tentang komunitas Melayu dan Muslim lokal untuk siaran berita berbahasa Melayu dan juga bahasa Inggris," jelasnya.

Sujadi menikah dengan Noorasikan Ramli, yang juga adalah seorang WN Singapura keturunan Indonesia dari Bawean, Jawa Timur. Pasangan ini dikaruniai tiga anak. Bangga menjadi warga Singapura dengan keturunan Indonesia, mereka bahkan menamakan anak-anak mereka dengan nama Indonesia yaitu Nur Sulastri, Teguh Budiman dan Ilham Luhur.

Harapan kami adalah bahwa mereka selalu ingat asal-usul keturunan mereka,” kata Sujadi. (cr1/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia