Minggu, 20 Aug 2017
Humaniora

PPI Timur Tengah Pertanyakan Pemotongan Kuota Temus Haji

Jumat, 21 Apr 2017 18:11 | editor : Dwi Shintia

Ilustrasi

Ilustrasi (Pixabay)

JawaPos.com - Kuota Tenaga Musiman (TEMUS) haji bagi Mahasiswa Timur Tengah untuk tahun ini resmi dipangkas. Kuota yang pada pada tahun lalu berjumlah 125, setelah dikurangi akibat pengurangan kuota Jamaah Haji Indonesia, tahun ini kembali dipangkas menjadi 85 kuota. Ketetapan ini sudah disahkan oleh komisi 8 DPR RI.

KJRI Jeddah mengatakan akan mengirim surat resmi terkait jumlah kuota TEMUS per negara kepada seluruh KBRI terkait dalam waktu dekat ini.

Ahmad Dumyati Bashori selaku ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi ketika ditemui langsung oleh beberapa perwakilan mahasiswa Timur-Tengah, Senin (10/4) mengatakan bahwa alasan utama pemangkasan besar-besaran kuota TEMUS mahasiswa Timur Tengah adalah penambahan kloter jamaah haji di Indonesia seiring dengan bertambahnya kuota jamaah haji Indonesia.

’’Hal ini berdampak besar pada penambahan jumlah petugas pada sektor pendampingan jamaah haji di tiap kloter yang akhirnya mengambil 40 kuota Mahasiswa timur-tengah,’’ papar Ahmad.

Menyikapi hal ini, Dewan Presidium PPI Dunia dan PPI Kawasan Timur Tengah dan Afrika dijadwalkan akan bertemu dengan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dan Direktur Jenderal Penyelenggara Haji dan Umroh pada untuk menyampaikan surat permohonan resmi dari PPI Dunia guna melakukan peninjauan kembali terkait keputusan yang telah ditetapkan, yang bertepatan dengan kunjungan kerja pihak kemenag ke Arab Saudi.

Presiden PPMI Mesir periode 2016-2017 Ahmad Baihaqi Maskum menambahkan, dirinya akan berusaha bergerak, mengusahakan yang terbaik untuk mahasiswa Timur Tengah melalui jalur Duta Besar di negara kawasan Timteng masing-masing.

Mereka akan menyampaikan dan mengusulkan kepada duta besar untuk megirimkan surat resmi ke Komisi 8 DPR RI agar dapat meninjau kembali keputusan ini,

’’Semoga dengan usaha ini permasalahan tentang kuota haji bisa kembali stabil demi kemaslahatan Mahasiswa timur tengah umumnya, dan Masisir pada khususnya.” tutur Baihaqi.

Mahasiswa yang sedang studi di Negara-negara wilayah Timur Tengah dan Afrika seperti Arab Saudi, Mesir, Sudan, Yaman, Yordania, Lebanon, dan Maroko tiap tahunnya selalu mengirimkan tenaga musiman untuk membantu jamaah haji Indonesia.

Peran mahasiswa Timur Tengah, kata Presiden PPMI Mesir periode 2015-2016 Abdul Ghofur Mahmudin, sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada jamaah haji Indonesia.

Karena,  selain sebagian besar Temus dari Mahasiswa Timteng langsung terjun kelapangan dan berhadapan dengan jamaah secara langsung, mahasiswa Timteng juga punya nilai plus sendiri.

Pertama, mereka menguasai bahasa Arab, baik lisan maupun tulisan. Kedua, mereka sudah terbiasa berinteraksi dengan orang-orang Arab yang memiliki karakteristik berbeda dengan orang Indonesia. Ketiga, dan yang pasti mereka masih muda dan energik.

"Menjadi Temus dalam pelayanan ibadah haji dibutuhkan kondisi prima dan kuat. Dan kami bekerja dengan diikuti akhlak dan sifat yang baik,” tutur Abdul Ghofur.(ina/tia)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia