Senin, 26 Jun 2017
Humaniora

Tulis Status Heboh, Facebook Ade Armando Ternyata Dihack

Jumat, 21 Apr 2017 17:44 | editor : Mochamad Nur

Ilustrasi

Ilustrasi (Dok.Pixabay.com)

JawaPos.com - Pengamat komunikasi dari Universitas Indonesia (UI) Ade Armando buka suara atas status Facebooknya yang sempat membuat heboh. Pasalnya, statusnya dianggap berbau provokatif di tengah masa Pilgub DKI Jakarta putaran kedua ini.

Dikonfirmasi JawaPos.com, Ade mengaku bahwa akun Facebooknya telah dibajak  oleh orang tak bertanggungjawab. Akibatnya, si pelaku bisa menulis status yang menyebabkan banyak polemik. "Itu dihack ya, entah bagaimana bisa orang pintar yang mengetahui password dan user saya," kata dia melalui sambungan telepon, Jumat (21/4).

Dirinya  mengaku kaget setelah tahu Facebooknya menulis status semacam itu. Menurutnya, dia tahu Facebooknya dihack setelah salah satu rekannya  membaca statusnya tersebut.

"Saya dikasih tahu teman, terus langsung saya hapus dan saya klarifikasi bahwa itu telah dihack," sambung Ade yang sempat menjadi tersangka di Polda Metro Jaya itu.

Menurut dia, pelaku yang me-hack statusnya sangatlah hebat, karena bisa membuka juga messanger lalu diposting ke wall Facebook sehingga seolah-olah memang benar dia yang mengupdate status, padahal bukan. 

Saat ditanyakan apakah dia akan melaporkan ke polisi atas perbuatan hacker itu, Ade mengaku untuk kali ini dia hanya mengklarifikasi saja dulu. "Inikan sudah saya ganti semuanya password dan user, kalau dia hack lagi dan makin parah, mungkin akan saya laporkan ke polisi. Sementara ini saya klarifikasi saja bahwa Facebook saya dihack," terang dia. 

Meski demikian,  dia berharap polisi bisa bergerak sendiri untuk melacaknya. "Kan mereka ada patroli cyber crime-nya ya, tapi mereka juga sibuk jadi susah juga," terang dia.

Sebelumnya di postingan yang diunggahnya di akun Facebook miliknya, dosen komunikasi UI itu menulis status soal Pilgub DKI. Ade menyebut kalahnya Ahok di Pilgub DKI memiliki arti lebih banyak orang bodoh ketimbang orang pintar di DKI.

"Orang pintar milih Ahok. Orang bodoh milih Anies. Jadi kalau sekarang Ahok kalah artinya jumlah orang bodoh jauh lebih banyak daripada orang pinter. Simpelkan?"  tulis Ade di akun  Facebook miliknya Kamis (20/4) kemarin.

Dikonfirmasi ke Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono, pihaknya mengaku akan segera melakukan patroli cyber. "Ya nanti kita cek dulu di patroli di cyber crime. Karena semuanya itu yang menentukan kan saksi ahli semuanya," kata dia Jumat (21/4).

Akan tetapi, kata dia, perkara ini bakal lebih afdol bila ada yang melaporkan, karena polisi biasanya bertindak atas dasar laporan. "Semuanya kan ada laporan. Baru ada penyelidikan gitu. Nah apakah dalam penyelidikan itu ada tindak pidana atau nggak. Seperti itu, lebih bagus kan ada laporan," sambung dia.

Ketika disinggung ulah Ade yang bukan hanya sekali, tapi sudah sering bahkan Polda Metro Jaya sempat menjadikannya sebagai tersangka meski kasus akhirnya dihentikan, Argo berkata semuanya tergantung dari penyidik. "Nanti kita tanya penyidiknya. Untuk melihat kasus ini," terang dia. (elf/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia