Minggu, 30 Apr 2017
All Sports

Hanif Ingin Wujudkan Sesumbar Menang KO

Jumat, 21 Apr 2017 15:24 | editor : Miftakhul F.S

BUTA KEKUATAN: Petinju Indonesia Hanif Brawijaya (dua dari kanan) menghadapi  Petchnamngam Chanubon (dua dari kiri) dalam perebutan sabuk juara WPBF Asia Pasifik di GOR Kertajaya, Surabaya, Jumat malam (21/4).

BUTA KEKUATAN: Petinju Indonesia Hanif Brawijaya (dua dari kanan) menghadapi Petchnamngam Chanubon (dua dari kiri) dalam perebutan sabuk juara WPBF Asia Pasifik di GOR Kertajaya, Surabaya, Jumat malam (21/4). (MONICA GRACIA/JAWA POS)

JawaPos.com- Laga perebutan sabuk juara WPBF Asia Pasifik kelas bulu junior (55,2 kg) hari ini di GOR Kertajaya, Surabaya, dipastikan seru. Hal itu sudah tampak pada sesi timbang badan yang dilakukan Hanif Brawijaya (Indonesia) dan Petchnamngam Chanubon (Thailand) di JLI Java Lawyers Surabaya pada Kamis (20/4).

Untuk kali pertama, kedua petarung bertatap muka. Kubu Hanif meyakini bahwa petinjunya tak akan sulit meraih kemenangan. Bahkan, dengan kemenangan KO (knockout).

’’Tidak akan mudah, tapi saya harus berusaha maksimal demi Merah Putih,” ujar petinju Yon Arhanud 8 Dam V/Brawijaya BC Sidoarjo tersebutsetelah timbang badan kemarin.

Hanif memiliki keyakinan untuk menang hingga 65 persen melawan petinju yang sepuluh tahun lebih muda darinya itu. Namun, keyakinan yang lebih besar diungkapkan Triyono, pelatihnya. Pelatih Sasana Arhanud tersebut berani sesumbar bahwa petinjunya punya peluang hingga 99 persen untuk merebut sabuk juara WPBF Asia Pasifik kelas bulu junior. ’’Saya sudah mempersiapkan Hanif, bagaimana pun dan siapa pun lawannya,” ujar Triyono.

Dari sisi pengalaman, Hanif memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan Chanubon. Di ring profesional, Hanif sudah naik ring sebelas kali, sedangkan Chanubon baru tiga kali. Menurut data BoxRec, Hanif meraih tujuh kemenangan (tiga dengan KO) dan Chanubon baru sekali menang.

Persamaan kedua petinju adalah belum pernah bertarung dengan petinju di luar negaranya. ’’Harapan saya, Hanif menang KO. Maksimal enam ronde dia bisa memukul KO lawannya,” imbuhnya.

Meski begitu, Triyono tidak ingin meremehkan lawan. Sebab, petinju Thailand dikenal tahan pukul dan memiliki kecepatan. Selain itu, Chanubon yang berusia 19 tahun diorbitkan untuk segera menyandang gelar di level AsiaPasifik.

Dari kubu lawan, Chanubon menyatakan tetap bertarung dengan ciri khasnya. Yakni, aktif menyerang dan membuka peluang untuk memasukkan pukulan. ’’Saya sudah siap, apa pun yang terjadi. Saya belum pernah melihat gaya permainan Hanif, apalagi tahu kelemahannya,” kata Chanubon, sebagaimana dituturkan penerjemahnya.

Selain partai utama pertarungan untuk memperebutkan gelar WPBF Asia Pasifik, terdapat dua partai tambahan. Yakni, perebutan sabuk nasional kelas bulu junior 55,3 kg antara Eric Destroyer (Amphibi BC Sidoarjo) melawan Rasmanudin (Rambing BC Semarang). Ada pula perebutan sabuk nasional kelas ringan (61,2 kg) antara Robert Koppa (UBS BC Sidoarjo) melawan Rusmin Kie Raha (Kemang Gym Fight BC Jakarta). (nic/c18/ady)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia