Senin, 26 Jun 2017
Metropolis

Polwan Pun Bisa Garang

Jumat, 21 Apr 2017 15:13 | editor : Miftakhul F.S

CANTIK TAPI TEGAS: Briptu Novi Cahya Ningtyas anggota Srikandi Antibandit Satreskrim Polrestabes Surabaya.

CANTIK TAPI TEGAS: Briptu Novi Cahya Ningtyas anggota Srikandi Antibandit Satreskrim Polrestabes Surabaya. (Allex Qomarulla/Jawa Pos)

JawaPos.com- Khusus menyambut Hari Kartini, tim antibandit berganti para polwan dari Satreskrim Polrestabes Surabaya. Namun, jangan salah kira, mereka tidak kalah garang dengan tim antibandit pria yang biasanya membekuk penjahat.

Dipimpin Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) AKP Ruth Yeni, tim yang berjumlah 12 polwan itu unjuk gigi. Mereka tampil keren dengan peralatan patroli lengkap. Yakni, baju merah dilapisi rompi antipeluru khas tim antibandit. Sepeda motor yang dipakai pun bertipe trail. Tak lupa, senjata laras panjang juga dibawa.

Sebelum berpatroli, mereka menyempatkan diri berlatih menembak. Senjata laras panjang dan pendek dicoba bergantian. Beberapa anggota tim itu memang mempunyai keahlian menembak di atas rata-rata. Tetapi, ada juga yang masih canggung memegang senjata. ’’Maklum, biasanya hanya di balik layar sebagai penyidik,’’ ujar Ruth yang sore itu tampil keren dengan kacamata hitam.

Rencananya, kemarin malam mereka langsung melakukan patroli. Targetnya adalah para bandit jalanan. Khususnya para pelaku kejahatan terhadap perempuan dan anak. ’’Penggeledahan orang-orang yang mencurigakan dan prostitusi di eks lokalisasi,’’ tutur Ruth.

Dia menyatakan bahwa kegiatan tersebut memeriahkan Hari Kartini sekaligus sebagai bentuk emansipasi polwan. Meski mayoritas baru kali ini terjun langsung ke lapangan, mereka mengaku tidak gentar. Mereka ingin membuktikan bahwa polwan tidak kalah taktis dengan polisi laki-laki. ’’Kami buktikan nanti,’’ tegasnya.

Tidak mau kalah, tim Satlantas Polrestabes Surabaya menurunkan tim murai polwan untuk mengurai kemacetan. Senada dengan tim antibandit, mereka ingin menunjukkan bahwa mereka tidak kalah dengan personel pria. ’’Kata siapa wanita nggak bisa garang juga? Kami juga bisalah,’’ tutur Kanit Laka Lantas Satlantas Polrestabes Surabaya AKP Enny P. Roestam, kemudian tertawa.

Acara tersebut dimulai dengan apel pagi yang dipimpin langsung oleh Enny. Saat itu dia langsung memberikan beberapa tugas yang harus dilakukan para polwan ketika berpatroli. ’’Jadi, rencananya, kita melakukan patroli sekaligus melakukan kanalisasi jalur untuk roda dua dan empat,’’ jelasnya kepada para polwan.

Tidak sampai lima menit, barisan tersebut pun segera dibubarkan. Namun, mereka tidak lantas melakukan patroli begitu saja. Saat itu mereka terlebih dulu mengurai kemacetan di depan Taman Bungkul.

Para polwan juga membagi-bagikan cenderamata kepada pengendara yang melintas. Buah tangan tersebut berbentuk handuk ukuran kecil dengan warna beraneka ragam. Handuk itu dibentuk bak roti gulung. Di luar kemasan handuk tersebut mereka tidak lupa menyematkan kertas kecil bergambar Kartini.

Melihat aksi para polwan tersebut, tidak sedikit pengendara yang kebingungan. Mereka seolah sedang memikirkan kesalahan yang mereka perbuat. ’’Saya pikir tadi saya nggak mengenakan atribut berkendara dengan lengkap, makanya diberhentikan,’’ ucap Dewi Nurima, salah seorang pengendara.

Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Adewira Negara Siregar mengaku sangat senang dengan inisiatif personelnya. Hal tersebut memang sudah sepantasnya dilakukan. Tidak hanya dengan alasan seremonial, tetapi juga menunjukkan kebolehan para Kartini saat ini. ’’Mereka adalah wanita tangguh yang tidak hanya menyandang sebagai ibu rumah tangga, tapi juga polisi-polisi yang gigih,’’ jelasnya.

Patroli tersebut pun diwarnai beragam kendaraan polisi dengan ciri khas yang berbeda-beda. Mulai tim urai kemacetan, tim khusus, tim patwal, hingga tim elang. Tim elang menggunakan motor gede (moge), tim urai dengan sepeda motor trail, dan tim patwal mengendarai sedan. (aji/bin/c20/git)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia