Minggu, 20 Aug 2017
Infotainment

Curhat Mengharukan Putri Keraton Solo di Hari Kartini

Jumat, 21 Apr 2017 15:02 | editor : Muhammad Syadri

GKR Timoer Rumbai bersama anaknya

GKR Timoer Rumbai bersama anaknya (Istimewa/facebook)

JawaPos.com - Nahas menimpa Putri Raja Keraton Solo, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani. Dia terkurung di dalam keputren atau kediaman putri-putri raja sehingga tidak bisa menemani anaknya yang tengah dirawat di rumah sakit.

GKR Timoer Rumbai pun menyampaikan curahan hatinya lewat media sosial Facebook bertepatan dengan momen Hari Kartini. Dia menulis catatan panjang yang mengharukan dengan judul Kasih Ibu Sepanjang Jalan.

"Ternyata perjuangan Kartini belum berakhir. Masih banyak Wanita Indonesia yg diabaikan hak2 nya. Diremehkan kemampuannya. Dibungkam pendapatnya. Aku masih harus berjuang melanjutkan Cita2 Kartini. Bisakah manusia memilih untuk dilahirkan sebagai perempuan atau laki2? Salahkah aku terlahir perempuan?," tulis GKR Timoer Rumbai mengawali tulisannya.

Dalam lanjutannya, dia menyatakan kegelisahan hati seorang ibu yang tidak bisa bertemu anaknya. Apalagi di buah hati tengah berada dalam kondiai sakit.

"Semakin jelas bayangan belahan jiwaku di balik tembok sana hadir di pelupuk mataku... Anakku... ibu rindu padamu... Anakku... baik2 sajakah kamu?? Jangan menangis nak.... ibu tahu kamu merindukan ibu. Ya itulah kenyataan yang harus aku hadapi kini," jelasnya.

Pada postingan yang sama, GKR Timoer Rumbai mengungkapkan kisah pilu yang kini dihadapinya. Dia mengaku semenjak beberapa lalu terperangkap di rumah sendiri dan terpisah dari orang-orang yang dicintai.

"Saat ini... anakku sedang dirawat di RS.. sementara aku... sang ibu tak dapat berada di sisinya... menghiburnya... menemaninya...
Cepat sembuh ya nak... doa ibu menyertaimu. Semoga.... HABIS GELAP TERBITLAH TERANG," tutupnya.

Seperti diketahui, GKR Timoer Rumbai adalah sekian dari beberapa pengabdi kerajaan yang masih bertahan di Keraton Solo. Hal itu menyusul sterilisasi dan pengosongan Keraton Solo dilakukan oleh Polda Jawa Tengah sesuai permohonan Raja Keraton Solo, Paku Buwono (PB) XIII sejak Sabtu (15/4) malam. Kisruh yang membelit Keraton Surakarta muncul karena dugaan kasus pemalsuan dokumen. (ded/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia