
GKR Timoer Rumbai bersama anaknya
JawaPos.com - Nahas menimpa Putri Raja Keraton Solo, GKR Timoer Rumbai Kusuma Dewayani. Dia terkurung di dalam keputren atau kediaman putri-putri raja sehingga tidak bisa menemani anaknya yang tengah dirawat di rumah sakit.
GKR Timoer Rumbai pun menyampaikan curahan hatinya lewat media sosial Facebook bertepatan dengan momen Hari Kartini. Dia menulis catatan panjang yang mengharukan dengan judul Kasih Ibu Sepanjang Jalan.
"Ternyata perjuangan Kartini belum berakhir. Masih banyak Wanita Indonesia yg diabaikan hak2 nya. Diremehkan kemampuannya. Dibungkam pendapatnya. Aku masih harus berjuang melanjutkan Cita2 Kartini. Bisakah manusia memilih untuk dilahirkan sebagai perempuan atau laki2? Salahkah aku terlahir perempuan?," tulis GKR Timoer Rumbai mengawali tulisannya.
Dalam lanjutannya, dia menyatakan kegelisahan hati seorang ibu yang tidak bisa bertemu anaknya. Apalagi di buah hati tengah berada dalam kondiai sakit.
"Semakin jelas bayangan belahan jiwaku di balik tembok sana hadir di pelupuk mataku... Anakku... ibu rindu padamu... Anakku... baik2 sajakah kamu?? Jangan menangis nak.... ibu tahu kamu merindukan ibu. Ya itulah kenyataan yang harus aku hadapi kini," jelasnya.
Pada postingan yang sama, GKR Timoer Rumbai mengungkapkan kisah pilu yang kini dihadapinya. Dia mengaku semenjak beberapa lalu terperangkap di rumah sendiri dan terpisah dari orang-orang yang dicintai.
"Saat ini... anakku sedang dirawat di RS.. sementara aku... sang ibu tak dapat berada di sisinya... menghiburnya... menemaninya...
Cepat sembuh ya nak... doa ibu menyertaimu. Semoga.... HABIS GELAP TERBITLAH TERANG," tutupnya.
Seperti diketahui, GKR Timoer Rumbai adalah sekian dari beberapa pengabdi kerajaan yang masih bertahan di Keraton Solo. Hal itu menyusul sterilisasi dan pengosongan Keraton Solo dilakukan oleh Polda Jawa Tengah sesuai permohonan Raja Keraton Solo, Paku Buwono (PB) XIII sejak Sabtu (15/4) malam. Kisruh yang membelit Keraton Surakarta muncul karena dugaan kasus pemalsuan dokumen. (ded/JPG)

Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
