Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 April 2017 | 14.54 WIB

Heroik! Meski Tewas, Gadis Remaja Ini Sempat Melawan Pembegal Motornya

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com  –  Aksi heroik dilakukan Bunga Fikalia saat mempertahankan motor miliknya saat dirampok oleh sejumlah remaja putra yang tak lain adalah teman-temannya sendiri. Dalam kondisi berlumuran darah akibat ditusuk di dada dan bayu, Bunga sempat menghalangi laju motornya saat dikuasai pelaku.


Ini terungkap dari pengakuan salah satu dari tiga pelaku kepada polisi saat melakukan pemeriksaan intensif  pembunuhan sadis terhadap  remaja putri yang merupakan temannya sendiri.


Diketahui,  Polda Lampung telah melimpahkan tersangka dan barang bukti dalam kasus pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan terhadap Bunga Fikalia ke Kejari Kalianda kemarin (20/4). Tiga tersangka adalah Ir, Sa, dan An. 


Kasubdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung AKBP Ferizal mengatakan, jaksa menyatakan berkas kasus tersebut sudah lengkap (P21). 


’’Langsung kita lakukan pelimpahan tahap II. Hari ini (kemarin, Red) sudah dinyatakan P21,” kata Ferizal di Mapolda seperti ditulis Radar Lampung (Jawa Pos Group), Jumat (21/4).


 Penyidik membawa barang bukti tiga unit sepeda motor, satu di antaranya milik Bunga. Kemudian baju remaja yang tinggal di Dusun Sukarame, Natar, Lampung Selatan tersebut, pisau yang digunakan saat eksekusi dan ponsel. Selanjutnya ada delapan saksi yang diajukan penyidik. 


Ferizal menyatakan, ketiga tersangka dijerat dengan empat pasal. Yakni pasal 338, pasal 340, pasal 365 KUHP dan atau pasal 80 ayat 3 juncto pasal 76 c UU Nomor 17/2016 tentang Perlindungan Anak. 


Lebih lanjut Ferizal mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan ada perbedaaan keterangan terkait tewasnya Bunga. Ir menyatakan Bunga dihabisi di atas motor dan dibuang di pinggir jalan.  ”Untuk versi Fajar alais Japra, Bunga sempat loncat dari atas motor ketika dia menusuk pinggang dan bahunya," sebut dia. 


Bunga juga menghadang motor miliknya yang dibawa Ir. Dalam kondisi berlumuran darah, Bunga juga sempat mengungkapkan perasaannya.  ”Bunga bilang ke Ir, tega kamu ya. Salah gua apa sih sampai lu begini," kata Ferizal menirukan ucapan Bunga. 


Ir saat itu hanya terdiam. Bunga kemudian mendekati Fajar yang duduk di motor. Saat itulah Fajar menusuk perut Bunga dengan pisau. 


’’Saat dikonfrontasi, Ir akhirnya mengakui keterangan Japra. Penyidik kemudian menggunakan keterangan Japra,” kata dia. (nca/c1/ais/nas/JPG)

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore