
Ilustrasi
JawaPos.com – Aksi heroik dilakukan Bunga Fikalia saat mempertahankan motor miliknya saat dirampok oleh sejumlah remaja putra yang tak lain adalah teman-temannya sendiri. Dalam kondisi berlumuran darah akibat ditusuk di dada dan bayu, Bunga sempat menghalangi laju motornya saat dikuasai pelaku.
Ini terungkap dari pengakuan salah satu dari tiga pelaku kepada polisi saat melakukan pemeriksaan intensif pembunuhan sadis terhadap remaja putri yang merupakan temannya sendiri.
Diketahui, Polda Lampung telah melimpahkan tersangka dan barang bukti dalam kasus pembunuhan dan pencurian dengan kekerasan terhadap Bunga Fikalia ke Kejari Kalianda kemarin (20/4). Tiga tersangka adalah Ir, Sa, dan An.
Kasubdit IV Remaja Anak dan Wanita (Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung AKBP Ferizal mengatakan, jaksa menyatakan berkas kasus tersebut sudah lengkap (P21).
’’Langsung kita lakukan pelimpahan tahap II. Hari ini (kemarin, Red) sudah dinyatakan P21,” kata Ferizal di Mapolda seperti ditulis Radar Lampung (Jawa Pos Group), Jumat (21/4).
Penyidik membawa barang bukti tiga unit sepeda motor, satu di antaranya milik Bunga. Kemudian baju remaja yang tinggal di Dusun Sukarame, Natar, Lampung Selatan tersebut, pisau yang digunakan saat eksekusi dan ponsel. Selanjutnya ada delapan saksi yang diajukan penyidik.
Ferizal menyatakan, ketiga tersangka dijerat dengan empat pasal. Yakni pasal 338, pasal 340, pasal 365 KUHP dan atau pasal 80 ayat 3 juncto pasal 76 c UU Nomor 17/2016 tentang Perlindungan Anak.
Lebih lanjut Ferizal mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan ada perbedaaan keterangan terkait tewasnya Bunga. Ir menyatakan Bunga dihabisi di atas motor dan dibuang di pinggir jalan. ”Untuk versi Fajar alais Japra, Bunga sempat loncat dari atas motor ketika dia menusuk pinggang dan bahunya," sebut dia.
Bunga juga menghadang motor miliknya yang dibawa Ir. Dalam kondisi berlumuran darah, Bunga juga sempat mengungkapkan perasaannya. ”Bunga bilang ke Ir, tega kamu ya. Salah gua apa sih sampai lu begini," kata Ferizal menirukan ucapan Bunga.
Ir saat itu hanya terdiam. Bunga kemudian mendekati Fajar yang duduk di motor. Saat itulah Fajar menusuk perut Bunga dengan pisau.
’’Saat dikonfrontasi, Ir akhirnya mengakui keterangan Japra. Penyidik kemudian menggunakan keterangan Japra,” kata dia. (nca/c1/ais/nas/JPG)

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Bocor! Ini Alasan Yuran Fernandes Terima Pinangan Bernardo Tavares untuk Perkuat Persebaya Surabaya
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
11 Barang yang Secara Psikologi Jadi Pemborosan Orang Miskin tapi Tak Pernah Dibeli Orang Kaya
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Suasana di Dalam Tenda Glamping Tempat Satu Keluarga Tewas di Temanggung
Harga Pasaran 4 Pemain Lokal Ini Bikin Kaget! Meroket usai Bawa Persebaya Surabaya Finis Papan Atas
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Ramadhan Sananta, Mesin Gol Baru Era Bernardo Tavares
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
