Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 April 2017 | 07.30 WIB

Razia Bocor, Satpol PP Hanya Tangkap Dua Wanita

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Operasi tangkap tangan di eks Lokalisasi Pembatuan pada Selasa (18/4) diduga sudah bocor. Pasalnya, personel Satpol PP yang menyamar berpakaian preman, diketahui dengan mudah oleh Pekerja Seks Komersial (PSK) sebagai aparat yang sedang menyamar.


"Di depan saya ada empat PSK. Saya coba bikin transaksi. Tapi malah ditodong sebagai anggota Satpol PP," kata Penyidik PNS Satpol PP Banjarbaru, Aries.


Mengintai sejak jam 12 siang, anggota bergerak pada jam dua siang. Aries menyadari kebocoran informasi begitu melihat suasana Pembatuan yang mendadak sepi. "Padahal dari pengintaian beberapa hari sebelumnya, saya yakin bisa mengangkut sedikitnya 10 sampai 20 PSK," ujarnya dikutip dari prokal (Jawa Pos Group), Jumat (21/4).


Anggota lain yang sedang menyamar, juga terkaget-kaget lantaran seorang pemilik warung kelontongan, dengan santainya mengaku sudah mengetahui bakal ada razia. Entah dari mana informasi itu ia peroleh.


Setidaknya, Satpol PP tidak pulang dengan tangan kosong. Ada satu PSK, satu pelanggan, dan satu lagi yang diduga sebagai mucikari berhasil diangkut ke Mako.


PSK itu berinisial JM, 43 tahun, dan induk semangnya adalah LS, 58 tahun. Sedangkan pria hidung belang itu berinisial HN, 53 tahun, warga Jalan Kelayan A Banjarmasin. Mereka terjaring dari sebuah warung makan milik LS saat transaksi seks itu berlangsung.


LS mengaku membangun warung makan itu dari uang pesangon yang diberikan pemerintah saat penutupan Pembatuan. "Iya, modalnya dari pesangon itu," ujarnya.


Sementara JM, mengaku sudah setahun terakhir bekerja untuk LS. Setiap hari ia bolak-balik dari Banjarmasin ke Banjarbaru. "Anak saya masih sekolah di Banjarmasin, tepatnya di Tatah Bangkal," kisahnya. JM juga mengaku masih bersuami. Ditanya apakah suaminya tahu tentang pekerjaannya, ia hanya tertawa pahit.


Ketiganya dipastikan dikenai tindak pidana ringan (tipiring) dan dibawa ke persidangan. Ikut diamankan barang bukti berupa selembar kasur, 26 bungkus kondom, plus handbody yang diduga digunakan sebagai pelumas.


Kepala Satpol PP Banjarbaru, Marhain Rahman mengaku tak bisa berkomentar banyak soal dugaan kebocoran informasi razia. "Kebocoran informasi ini bisa dirasakan, tapi sulit untuk dibuktikan," ujarnya.


Menurutnya, ini menjadi pelajaran penting, bahwa ke depan mereka harus ekstra hati-hati. "Razia berikutnya harus lebih (super) senyap," tegasnya. Marhain menggelar operasi ini lantaran setelah ditutup, praktek prostitusi itu malah kembali marak. (fud/al/ram/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore