Kamis, 24 Aug 2017
Properti

Anggaran Pembangunan Gedung Bareskrim Lebih Dari Setengah Triliun

| editor : 

Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (Miftahul Hayat/Jawa Pos)

JawaPos.com - Mendesaknya pembangunan Gedung Bareskrim Polri membuat pemerintah harus mengucurkan anggaran cukup besar, yakni lebih dari setengah triliun rupiah. Diperkirakan pembangunannya akan rampung pada 2018 mendatang.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan bahwa pembangunan dari gedung baru Bareskrim ini sudah sangat mendesak karena gedung lama sudah tak lagi layak digunakan.

“Waktu itu gedungnya sudah sangat tidak layak lagi untuk sekelas Bareskrim, yang merupakan FBI-nya Indonesia tapi gedungnya memprihatinkan," kata Tito di Mabes Polri, Kamis (20/4).

Diketahui, gedung Bareskrim yang terdiri dari 17 lantai itu memiliki luas sekitar 65.637 meter persegi. Selain lantai utama terdapat juga tiga lantai bawah tanah atau basement. Proyeknya oleh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Wijaya Karya. Kebutuhan anggaran yang digunakan untuk pembangunan gedung ini sebesar Rp 656.950.000 yang berasa dari dari tiga mata anggaran Polri.

Disebutkan Tito, pembangunan gedung Bareskrim baru ini sudah direncakan sejak 2015 lalu. Ketika itu, Bareskrim masih dipimpin Komjen Budi Waseso yang kini sudah menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

Mantan Kadensus 88 Antiteror ini juga berharap pembangunan gedung dengan tahun jamak (multi years) itu dapat berjalan sesuai rencana. "Insya Allah 2018 bisa selesai,” tandas Tito. (elf/JPG)

Sponsored Content

loading...
 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia