Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 April 2017 | 01.52 WIB

Emansipasi Polwan Kompol Darti Setiyowati, Kabagren Polresta Sidoarjo

BANGGA JADI PENGABDI NEGARA: Kompol Darti Setiyowati saat ditemui Rabu (19/4) di ruang kerjanya. - Image

BANGGA JADI PENGABDI NEGARA: Kompol Darti Setiyowati saat ditemui Rabu (19/4) di ruang kerjanya.


Emansipasi wanita yang digelorakan RA Kartini telah menginspirasi banyak orang. Jejak perjuangannya begitu dikagumi kaum hawa. Kompol Darti Setiyowati menjadi salah satunya.





HASTI EDI SUDRAJAT





SEJUMLAH berkas di map berwarna-warni tertumpuk di atas meja. Dengan telaten, perempuan yang berada di depan map itu memeriksa satu per satu. Sesekali, dia membubuhkan tulisan di berkas yang baru saja dibaca. ”Banyak kegiatan akhir-akhir ini,” ujar Kompol Darti Setiyowati kepada Jawa Pos di ruang kerjanya Rabu (19/4).



Dia menyatakan, berkas-berkas tersebut adalah laporan penggunaan anggaran dalam kegiatan-kegiatan anggota Polresta Sidoarjo. Sebagai kepala bagian perencanaan (Kabagren), dia bertanggung jawab atas pengeluaran yang digunakan. ”Jadi, anggaran yang ada harus benar-benar dioptimalkan,” lanjutnya.



Darti sangat familier di lingkungan Mapolresta Sidoarjo. Hampir semua personel mengenalnya. Bukan hanya karena jabatan strategis yang diemban. Namun, dia juga merupakan satu-satunya perempuan yang menjadi Kabag. Jabatan dua Kabag lainnya saat ini diduduki pria. Yakni, Kabagops Kompol Edi Santoso dan Kabagsumda Kompol Hanis Subiyono.



Meskipun memiliki karir yang cukup cemerlang, ibu dua anak tersebut mengaku tidak memiliki cita-cita menjadi anggota polisi saat kecil. Dulu dia justru berkeinginan menjadi pekerja kantoran. ”Setelah lulus sekolah pada 1988, saya sempat ikut les komputer,” kata alumnus SMA PGRI 18 Surabaya itu.



Darti menekuni les tersebut. Dia ingin keahlian mengoperasikan komputer menjadi salah satu bekal untuk mencari pekerjaan. Dia ingin segera memperoleh pekerjaan untuk meringankan beban ekonomi orang tua. Kala dia mencari pekerjaan, salah seorang tetangga yang menjadi anggota polisi memberikan kabar tentang pendaftaran polisi di Mapolda Jatim. ”Saya tergerak untuk ikut. Menjadi polisi pasti memberikan kebanggaan bagi keluarga. Belum ada yang jadi polisi,” tuturnya.



Kemudian, Darti mendaftarkan diri di sekolah bintara polisi (seba). Darti yang hanya berusaha memenuhi persyaratan yang ditentukan ternyata lulus. ”Lulus pendidikan ditempatkan di Diklat Polda Jatim. Mulai 1989 sampai 1996,” ucapnya.



Menurut perempuan kelahiran 28 Februari 1968 itu, kegiatan di kepolisian banyak dihabiskan mulai pagi hingga sore. Darti yang sejak kecil selalu ingin berkembang mengisi waktu luang dengan menempuh pendidikan S-1. Dia berkuliah setelah bekerja dengan mengambil jurusan ilmu administrasi.



Setelah lulus kuliah, dia mendaftar sekolah perwira polisi. Kala itu, Darti menyandang pangkat sersan satu (sertu) atau brigadir polisi satu (briptu). ”Langsung diterima. Begitu keluar pendidikan pada 1997, ditempatkan di Lemdik Pusdik Sabhara Porong,” tuturnya.



Perempuan 49 tahun tersebut hampir tiga tahun bertugas di kawasan selatan Kota Delta. Selanjutnya, dia pindah tugas menjadi Kasubbag Perawatan Personel Polres Sidoarjo. Lalu, dia menjadi Kanitbinmas Polsek Sidoarjo Kota setahun berselang. ”Waktu itu masih berpangkat ipda. Beberapa bulan kemudian turun sprint lagi, mengisi jabatan Wakapolsek,” katanya.



Darti mengungkapkan, jabatan Kapolsek Sidoarjo Kota saat itu juga dipegang seorang perempuan. Nah, setahun kemudian, dia diamanahi untuk menggantikan tugas keseharian Kapolsek. ”Beliau cuti melahirkan,” lanjutnya.



Namun, dia tidak lama mengemban tugas itu. Beberapa bulan berselang, dia mendapat tugas pertamanya sebagai Kapolsek yang asli. Yaitu, di Tulangan. Darti menyandang pangkat baru satu tingkat lebih atas pada perpindahan tersebut. Dua tahun berlalu, Darti bergeser menjadi Kapolsek Sukodono. Dia juga menduduki jabatan itu selama dua tahun.



Darti lantas ditunjuk sebagai Kapolsek Taman dengan pangkat AKP. Dia hanya menduduki kursi itu sepuluh bulan karena harus bergeser menjadi Kapolsek Waru. ”Sampai 2009, kemudian dipindah ke Surabaya. Di sana naik pangkat menjadi kompol ketika menjadi Kasiwas. Pada akhir 2015, kembali ke Sidoarjo jadi Kabagren,” paparnya.



Menurut dia, tugas sebagai perencana anggaran menjadi tantangan tersendiri. Meski belum pernah menduduki jabatan serupa, dia optimistis mampu menjalankan tugas dengan baik. Terlebih, kaum hawa selama ini identik dengan tugas mengatur keuangan dalam kehidupan pribadi dengan keluarganya. ”Harus cermat dan teliti karena berkaitan dengan kepentingan banyak orang,” ujar anak ketujuh di antara delapan bersaudara tersebut.

Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore