Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 April 2017 | 01.17 WIB

Dua Tahanan Kabur Polsek Tambaksari Dihadiahi Timah Panas

Para tahanan yang kabur dari Mapolsek Tambaksari - Image

Para tahanan yang kabur dari Mapolsek Tambaksari

JawaPos.com - Dua orang tahanan Polsek Tambaksari yang sempat kabur dan berhasil ditangkap kembali dihadiahi timah panas oleh polisi. M. Shohib dan Budi Sasmito terpaksa ditembak betisnya oleh polisi lantaran sempat lari ketika digrebek di tempat persembunyiannya.



Shohib yang ditangkap di Desa Alas Kembang, Kecamatan Burneh, Bangkalan Madura langsung mencoba lari begitu tim khusus datang. Di tengah kegelapan malam, dia tidak menuruti perintah petugas. Polisi sudah sempat memperingatkan dengan sekali tembakan ke udara. Namun, Shohib tidak menggubrisnya.



"Kami terpaksa ambil tindakan tegas tapi tetap terukur. Kami tidak ingin dia lolos untuk yang kedua kalinya," tegas Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, Kamis siang (20/4).



Hal yang sama juga dilakukan terhadap tersangka Budi. Kedua betis Budi ditembak oleh polisi. Dia sempat terlacak di kawasan Pasuruan. Polisi lantas mengejarnya hingga ke kawasan Pucang, Surabaya. Di sana, dia mau lari lagi.



Shinto menjelaskan, begitu kabur, Budi sempat nggandol truk bersama Salman (belum tertangkap, red). Setelah turun di Jalan Ahmad Yani, keduanya lantasnaik taksi ke Bungurasih. Budi lantas melanjutkan perjalanan ke Nganjuk untuk mengunjungi istri keduanya, Tri Jatiningsih. Sedangkan Salman, kabur ke Madura.



Polisi sendiri masih berusaha memburu Salman. Shinto menjelaskan bahwa pihaknya sedikit kesulitan untuk mengetahui keberadaannya. Pasalnya, dia memalsukan identitas. "Kami memang masih menyelidiki asal usul dia. Memang dia memberikan alamat palsu saat pertama kali ditangkap," tambah Shinto.



Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 1999 itu melanjutkan, berdasar pengakuan Budi dan Shohib, rupanya Salman juga punya andil besar terhadap kaburnya tahanan itu. Selain Ryan, Salman juga ikut meyakinkan teman-temannya agar mau melarikan diri. "Dia bilang bahwa ada peluang untuk membengkokkan besi penjara yang ada di atas kamar mandi," ungkap Shinto.



Berdasar informasi seorang sumber internal kepolisian, Shohib mengakui bahwa dirinya diajak oleh Salman. Salman juga bercerita kepada Shohib dia memang sengaja memalsukan identitas. "Ngakunya agar keluarga tidak tahu bahwa dirinya masuk penjara. Dia tidak ingin keluarganya gaduh gara-gara tertangkap," beber sumber tersebut.




Polisi sendiri kembali memperingatkan kepada dua pelaku yang masih lolos agar menyerahkan diri. Dua tersangka yang berhasil ditangkap itu jadi bukti bahwa mereka tidak akan main-main memburu pelaku. (did)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore