Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 21 April 2017 | 00.56 WIB

Bekal Penting buat 300 Kakak Asuh

BERI BEKAL: Ayun (depan) bersama ratusan mahasiswa peserta program CSR yang mengikuti sosialisasi Rabu (19/4) di UPT Liponsos. - Image

BERI BEKAL: Ayun (depan) bersama ratusan mahasiswa peserta program CSR yang mengikuti sosialisasi Rabu (19/4) di UPT Liponsos.


JawaPos.com – Ratusan mahasiswa peserta program campus social responsibility (CSR) 2017 mengikuti pembekalan Rabu (19/4). Sebelum terjun mendampingi adik asuh, mereka dibekali beragam ”sangu” berharga. Mulai materi teknis, keterampilan psikologis, sampai motivasi untuk eksis. Semua optimistis.



Total ada 300 mahasiswa dari 25 perguruan tinggi negeri dan swasta di Surabaya. Dalam pembekalan di kantor UPT Liponsos Kalijudan itu, ada tiga narasumber. Yaitu, aktivis LSM Anak dan Perempuan Dian Wahyuningsih, dosen psikologi dari Universitas Airlangga (Unair) Herdina Indrijati, dan Redaktur Metropolis Jawa Pos Fathur Rozi.



Dian Wahyuningsih memaparkan beragam masalah yang mungkin ditemui mahasiswa peserta CSR. Misalnya, anak yang bersikeras tidak mau sekolah, orang tua yang tidak punya biaya dan tidak peduli, sampai adik asuh yang nakal. ”Masalah-masalah seperti itu akan diidentifikasi, didiskusikan, dan dicarikan solusi,” papar Dian.



Herdina memberikan tip dan kiat cara terbaik untuk mengatasi masalah-masalah tersebut. Dia menekankan pentingnya memahami psikologi remaja. Sebab, adik asuh yang akan didampingi rata-rata anak-anak dan remaja. Baik yang bermasalah sosial maupun rentan bermasalah sosial. Salah satunya bagaimana mendekati orang tua mereka.



Hal itu dimulai dari cara memperkenalkan diri. Lalu, menjelaskan maksud dan tujuan mereka dalam program CSR. ”Ungkapkan kata-kata dan lakukan cara-cara yang baik,” ujar ahli psikologi anak dan remaja itu.



Adapun Fathur Rozi menyatakan, mahasiswa peserta CSR merupakan orang-orang terpilih. Mereka juga calon-calon ”pahlawan” (hero) yang akan berandil menyelamatkan masa depan anak-anak bermasalah sosial. Di sinilah pentingnya mengasah empati dan simpati. Sebab, mahasiswa punya kepedulian tinggi. ”Inilah kesempatan eksis dalam arti yang sesungguhnya,” kata dia.



Selama pembekalan itu, ratusan mahasiswa terlihat antusias. Mereka melontarkan banyak pertanyaan tentang kemungkinan masalah-masalah yang dihadapi. Termasuk solusinya. Mahasiswa yang sedang menempuh kuliah dari berbagai semester itu menyatakan siap melaksanakan tugas pengabdian. Yaitu, mendampingi adik asuh.



Direktur Program CSR Dinas Sosial Surabaya Atiyun Najah Indhira menjelaskan, sebelum mendatangi adik asuh, mahasiswa akan didampingi oleh satgas dinas sosial. Setelah itu, mereka mencari dan mengidentifikasi masalah dalam keluarga adik asuh. Untuk solusinya, mereka bisa berdiskusi dengan dosen pembimbing di kampus. Atau, konsultasi ke Dinas Sosial Surabaya.



Ayun, panggilan Atiyun Najah, memastikan jumlah mahasiswa peserta program CSR 2017 bertambah. Sebab, jumlah adik asuh yang didampingi juga semakin banyak. ”Jadi, 25 perguruan tinggi dan 300 mahasiswa ini masih sementara. Pasti bertambah,” ujarnya. (*/c6/roz/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore