Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 April 2017 | 23.11 WIB

Kepsek Herry Supriyanto Sekaligus Motivator, Petakan Kemampuan Murid

Herry Supriyanto - Image

Herry Supriyanto


Manusia terbaik adalah yang bermanfaat bagi yang lain. Itulah yang mendasari tiga kepala sekolah ini menjadi motivator. Mereka memberikan motivasi sekaligus menyebarkan ilmu di sela-sela kesibukan mengelola sekolah masing-masing hingga ke pelosok negeri.





SETELAH mendampingi anak didiknya mengikuti ujian sekolah berstandar nasional (USBN) hari pertama pada Senin (17/4), Kepala SMP Al Falah Assalam Herry Supriyanto tidak langsung pulang. Suami Haeni Indah Rakhmawati itu terlihat sibuk merapikan meja kerjanya. Dia tampak merapikan sejumlah berkas. Dari tumpukan buku dan kertas tersebut, ada satu bendel kertas yang ditunjukkan kepada Jawa Pos. Totalnya adalah sepuluh halaman.



Selain berisi identitas lengkapnya, sepuluh lembar kertas itu ternyata berisi catatan perjalanan Herry selama menjadi motivator. Tertulis pengalaman pertama saat menjadi motivator hingga pengalaman terakhir. Tercatat, kali pertama dia memberikan pelatihan komputer berbasis Windows 98 bagi guru dan karyawan SD Citra Kartini Yayasan Al Muslim Waru pada 2000. Pada 2003, dia diminta memberikan pelatihan sains kepada guru-guru SD dan MI se-Kabupaten Magetan di MI Islamiah.



Terakhir, pada 24 Februari sampai 1 Maret 2017, dia menjadi narasumber dalam diklat kepala sekolah I angkatan XIX dengan materi Kepala Sekolah sebagai Manajer dan Administrator di Hotel Amaris Surabaya. Selain tiga catatan pengalamannya itu, masih ada puluhan lainnya. Sebab, Herry memang sudah puluhan kali menjadi motivator hingga ke pelosok negeri.



Tidak hanya itu, dokumentasi selama menjadi motivator juga lengkap dan tersimpan rapi dalam file di laptop. Mulai foto ketika ngomong di depan umum hingga foto sejumlah peserta. ”Sebab, foto-foto tersebut jadi bahan saya saat memberi motivasi,” ucapnya.



Laptop Herry juga penuh dengan video-video motivator kondang. Mulai Tung Desem Waringin, Andri Wongso, Ary Ginanjar, hingga AA Gym. Cara berkomunikasi dan kisah sukses mereka jadi ilmu baru bagi Herry. ”Saya menjadi motivator ini otodidak. Ya, belajar dari banyak sumber seperti kisah mereka dan tidak membatasi dari sumber mana pun,” tutur pria kelahiran Madiun tersebut.



Selain itu, pengalaman sendiri bisa jadi bahan saat memberikan motivasi. Sebab, lanjut dia, kunci penting untuk bisa memotivasi adalah menyampaikan apa yang sudah dilakukan. ”Saya spesialis menyampaikan tentang manajerial dan administrasi sekolah,” terangnya.



Pengalaman menjadi kepala sekolah sejak 2005 menjadi modalnya. Misalnya, memperlakukan setiap murid secara berbeda, sesuai dengan kecenderungan cara belajar. ”Kami petakan lebih dulu kecenderungan murid. Misalnya, ada yang cenderung suka belajar dengan cara audiovisual. Artinya, kami didik secara audiovisual. Kami tunjukkan bukti kesuksesan dari pengalaman kepada audiens,” paparnya.



Dengan begitu, dia tidak hanya menyampaikan secara teoretis. Jadi, audiens akan lebih mudah percaya dan mau melakukan sesuai yang disampaikan. Misalnya, saat menjadi motivator pendampingan penyusunan program sekolah di SMP Plus Citra Madinatul Ilmi Banjarbaru, Kalimantan Selatan, 6–7 Juni 2010. Herry memperoleh kesan yang sangat baik. Kedatangan Herry menjadi angin segar bagi sekolah tersebut. ”Sebab, di sana, mereka ternyata belum terlalu paham tentang pengelolaan sekolah,” ceritanya.



Sampai-sampai, saat Herry akan pulang, pihak sekolah memintanya memberikan semua buku dan materi yang dibawa ketika itu. ”Mereka bilang, Pak kalau boleh, kami ingin materi dan bukunya ditinggal di sini agar bisa dijadikan referensi,” ungkapnya menirukan ucapan pihak sekolah kala itu.



Pikiran Herry sempat ragu. Jika puluhan buku tersebut diberikan, Herry tidak punya buku lagi. Padahal, dia masih butuh. Namun, terlintas dalam pikirannya kalau saat perjalanan pulang ternyata Tuhan berkehendak mengambil nyawanya, semua akan sia-sia. ”Akhirnya, saya tinggal semua buku itu di sana. Rasanya sangat lega. Pulang pun enteng karena nggak bawa banyak buku,” lanjutnya.



Beberapa pekan setelah pulang dari Kalsel, rekannya datang ke kantor. ”Teman saya bilang, ini lho Pak Herry, saya ada file materi tentang sekolah. Ini kalau mau meng-copy,” ujarnya menirukan perkataan temannya. Ternyata, file itu adalah e-book buku-buku yang sudah diberikan saat di Banjarbaru. ”Jadi, semua kembali lagi,” imbuhnya.



Pengalaman itulah yang membuat Herry selalu bersemangat menjadi motivator. Apalagi, dia sering memperoleh ilmu baru. Dengan bertemu orang baru, pikiran jadi lebih fresh. Tidak jenuh.



Setelah memberikan motivasi, Herry selalu meminta audiens menilai penampilannya. Misalnya, bagaimana penguasaan materi, sistematika penyajian, penggunaan media, daya simpatik, hingga kerapian berpakaian. ”Itu jadi evaluasi saya. Alhamdulillah, kesannya sangat baik,” jelasnya. (firma zuhdi al fauzi/c16/dio/sep/JPG)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore