Senin, 26 Jun 2017
JPG Today

Oknum Penembak Mobil di Lubuk Linggau Ada Hubungan Keluarga Dengan Korban

Kamis, 20 Apr 2017 13:57 | editor : Ilham Safutra

Ceceran darah dan pecahan kaca mobil Honda City warna hitam BG 1488 ON usai ditembak oknum kepolisian.

Ceceran darah dan pecahan kaca mobil Honda City warna hitam BG 1488 ON usai ditembak oknum kepolisian. (ANSYORI MALIK/SUMATERA EKSPRES/JawaPos.com)

JawaPos.com - Setelah menjalani pemeriksaan dengan Bid Propam Polda Sumatera Selatan (Sumsel), Brigadir K, oknum anggota satuan Sabhara Polres Lubuk Linggau, pelaku penembakan terhadap mobil Honda City Hitam BG 1488 ON, ternyata dia memiliki hubuungan keluarga.

Kapolres Lubuklinggau, AKBP Hajat Mabrur Bujangga menuturkan, informasi yang didapat pihaknya menyebutkan bahwa Brigadir K diduga masih ada hubungan keluarga dengan korban.

“Informasi yang kita dapatkan di rumah duka seperti itu, masih ada hubungan keluarga. Baru tahu keluarga setelah kejadian ini.  Tapi pengusutan kasus terhadap anggota ini masih tetap berjalan. Sesuai dengan komitmen,” tegas AKBP Hajat Mabrur Bujangga seperti dilansir Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Kamis (20/4).

Selanjutnya, kata Hajat, langkah akan dilakukan pihak Polres Lubuklinggau yakni fokus dengan memberikan atensi kepada para korban. Sebab masih ada beberapa korban dirawat di Rumah Sakit (RS) Sobirin Kabupaten Mura di Lubuklinggau. “Para korban sementara ini masih dirawat terus kita monitor,” ungkapnya.  

Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Ya kita akan lakukan itu. Nunggu jadwalknya nanti. Yang jelas setelah ada tim. Sementara ini masih kita lakukan pemeriksaan sama saksi. Nanti olah TKP dibantu dari tim labfor,” pungkasnya.

Selain memberikan atensi terhadap korban penambakan brutal dari oknum Brigadir K, jajaran Polres Lubuk Linggau dan Polda Sumsel terus melakukan pemeriksaan secara intensif. “Terhadap pelaku oknum anggota ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif dari Propam di-backup oleh Polda,” tegasnya.  

Dalam kesempatan itu, Hajat menegaskan, terhadap razia yang digelar jajarannya pada saat kejadian sudah sesuai prosedur. Namun terhadap kasus penembakan ini akan diproses untuk mengetahui apakah anggota menyalahi aturan atau tidak. “Kalau memang menyalahi, pastinya akan diberikan tindakan tegas,” bebernya.

Sebagaimana diketahui, kasus penembakan terhadap mobil Honda City itu mengkibatkan enam dari delapan penumpang menjadi korban. Masing-masingnya Dewi Erlina (40), warga Rejang Lebong, tertembak bahu kiri atas, Novianti (30), warga Lubuklinggau Timur I, tertembak pundak kanan. Genta (2), anak Novianti, tertembak kepala samping kiri.

Kemudian, Surini (54), warga Rejang Lebong (ibunda Dewi Erlina), meninggal dunia setelah mengalami tiga tembakan di dada. Lalu, Indrayani (33), warga Rejang Lebong, tertembak leher depan (kritis) dan dirujuk ke RSMH Palembang.  Serta Diki (30), sopir, warga Rejang Lebong, tertembak di perut kiri. Sedangkan 2 penumpang lainnya, Sumarjono (S) dan Galih luput dari tembakan. (wek/iil/JPG)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia