Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 April 2017 | 19.25 WIB

Para Tahanan Sempat Curhat Kangen Anak Istri

17 Napi yang kabur. Tiga napi sudah tertangkap pada Rabu (19/4) - Image

17 Napi yang kabur. Tiga napi sudah tertangkap pada Rabu (19/4)

JawaPos.com - Beberapa hari sebelum terjadi kaburnya 17 tahanan dari rumah tahanan Polres Malang, sejumlah polisi dicurhati para napi. Salah satunya adalah KABAGOPS Polres Malang Kompol Sunardi. Pria ini memang punya tugas memberikan pencerahan kepada para tahanan. Seperti usai shalat Jumat pekan lalu. ”Banyak tahanan yang curhat dan sedang galau,” ujar dia, Rabu (19/4).


Kegalauan itu bukannya tanpa dasar. Sebab, menurut dia, sekarang sudah dekat dengan Ramadan. Mereka resah karena pada Ramadan dan Lebaran tahun ini tidak bakal berkumpul dengan keluarga. ”Yang ada di pikiran para tahanan adalah anak dan istrinya,” kata Sunardi.


Oleh karena itu, dia kemudian meminta para tahanan agar bersabar. Lantaran, semuanya sudah telanjur terjadi. Mau tidak mau harus dihadapi. Sunardi juga membesarkan hati para tahanan, dengan mencontohkan banyak orang di luar sana melakukan kejahatan tetapi belum dipenjara seperti para koruptor. ”Saya minta mereka agar jangan iri,” lanjutnya. Sunardi mengungkapkan, sebenarnya, kinerja Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung yang baru menjabat Desember tahun lalu, terbilang bagus.


Sebab, sebelum pergantian Kapolres Malang, tidak ada tembok di belakang rutan. ”Begitu Pak Kapolres (Yade Setiawan Ujung) menjabat, langsung minta anggotanya membangun tembok di belakang. Dia jeli kalau masalah pengawasan. Hanya saja, sekarang terkena musibah,” imbuhnya. Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Machfud Arifin menegaskan, rumah tahanan (rutan) Polres Malang overcapacity. Dia me nganggap, selain karena rutan Polres Malang tidak layak, se banyak 101 tahanan dalam satu rutan akan merepotkan penjagaan.


Seharusnya, rutan hanya diisi maksimal 60 tahanan. Dia juga menyayangkan masih adanya celah tahanan kabur di kompleks tahanan Polres Malang. Sementara itu, berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Malang, di lokasi sebenarnya sudah dipasang sejumlah CCTV di belakang tembok tahanan, menghadap ke arah kantin. Diduga, 17 pelaku tahanan kabur membelakangi kamera. Sebenarnya, ada empat kamera dalam rutan yang kesemuanya hanya mengarah ke lorong. Sementara, kamar pojok kiri tahanan kabur dekat kamar mandi tidak terjangkau kamera CCTV. Dari lokasi inilah, tahanan melarikan diri. (zuk/jaf/c4/lid/JPG)

Editor: Soejatmiko
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore