
Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto.
JawaPos.com - Meski telah memerintahkan jajarannya untuk memroses oknum personel Polres Lubuk Linggau Brigadir K, namun Kapolda Sumatera Selatan (Sumsel) Irjen Agung Budi Maryoto masih memberikan pembelaan atas tindakan anak buahnya yang melakukan tindakan diskresis terhadap pengendara mobil Honda City Hitam BG 1488 ON.
Agung menjabarkan, kejadian itu bermula pada sekitar pukul 11.30 WIB, ada mobil Honda City Hitam BG 1488 ON yang melintas di saat ada gelar razia Cipta Kondisi di Jalan Fatmawati, Kecamatan Lubuklinggaui Timur 1, Selasa (18/4) siang.
Oleh personel yang melakukan razia, mobil Honda City itu disuruh berhenti untuk diperiksa. “Tapi, tidak ada tanda-tanda dari mobil tersebut untuk mengurangi kecepatan dan hampir menabrak 3 personel polisi,” ungkap Agung dikutip Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Kamis (20/4).
Karena mobil tersebut terus melaju, menerobos lampu merah, dan menyerempet salah satu mobil lainnya, sambung mantan kapolda Kalimantan Selatan itu, insting kepolisian dari personel bangkit. Para personel menduga mobil tersebut ada kaitannya dengan pelaku 3 C (curat, curas, dan curanmor), sehingga dilakukan pengejaran.
Dalam pengejaran itu ada 5 anggota yang ikut memburu. Tiga anggota naik mobil Mitsubishi Kuda. Salah satunya Brigadir K. Mobil tersebut disopiri anggota Polantas. Dua lainnya naik sepeda motor. Namun, personil yang naik sepeda motor ini ketinggalan jauh.
Saat pengejaran, anggota memberikan tembakan peringatan sudah 10 kali. Namun tembakan tidak digubris. Mobil sedan itu baru bisa dihentikan di samping Bank Mandiri Unit Simpang Priuk.
Namun, setelah mobil sedan tersebut berhenti, para penumpang yang ada di dalam mobil pun tidak mau turun saat diperintahkan untuk turun. Akhirnya terjadilah penembakan tersebut oleh Brigadir K. “Mungkin juga karena keadaan kaca yang gelap dan dinilai membahayakan. Jadi anggota mengambil inisiatif untuk menembak,” terangnya.
Akibat penembakan itu 6 dari 8 penumpang mobil terkena tembakan. Satu tewas. Para korban itu adalah Dewi Erlina (40), warga Rejang Lebong, tertembak bahu kiri atas, Novianti (30), warga Lubuklinggau Timur I, tertembak pundak kanan. Genta (2), anak Novianti, tertembak kepala samping kiri.
Kemudian, Surini (54), warga Rejang Lebong (ibunda Dewi Erlina), meninggal dunia setelah mengalami tiga tembakan di dada. Lalu, Indrayani (33), warga Rejang Lebong, tertembak leher depan (kritis) dan dirujuk ke RSMH Palembang.
Serta Diki (30), sopir, warga Rejang Lebong, tertembak di perut kiri. Sedangkan 2 penumpang lainnya, Sumarjono (S) dan Galih luput dari tembakan. (vik/iil/JPG)

Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
Pemerintah Cabut Izin 2.231 Pengecer dan Distributor Pupuk Subsidi yang Rugikan Petani
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Rekomendasi 13 Wisata Terbaik di Bandung untuk Liburan Santai, Healing, dan Quality Time Bersama Orang Tersayang
Abu Janda Dilaporkan ke Polisi Oleh Ikatan Keluarga Minang Hari Ini, Buntut Sebut Sumbar 'Barbar' dan Intoleran
Orang yang Semakin Cantik Secara Fisik Seiring Bertambahnya Usia Biasanya Mengadopsi 6 Kebiasaan Sehari-hari Ini Menurut Psikologi
Sebut Sumbar 'Barbar' dan Kristen Fobia, DPP IKM Siap Laporkan Abu Janda ke Mabes Polri Selasa Besok!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
9 Mall Terbaik di Semarang, Selalu Jadi Andalan Wisatawan Saat Liburan Cari Hiburan
