Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 20 April 2017 | 15.12 WIB

Aksi Preman Oknum Pegawai Aniaya Jurnalis

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Oknum pegawai honorer atau tenaga harian lepas (THL) beraksi ala preman terhadap jurnalis yang bertugas di wilayah Kota Pekanbaru, Riau. Oknum yang bertugas sebagai sopir Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) daerah tersebut mengkroyok jurnalis bernama Uparling Maharaja.


Aksi preman dari Dondy Rahmad, oknum pegawai itu, karena dia tidak terima mobil bosnya, Azharisman Rozie, Kepala Bapenda difoto oleh sang jurnalis.


Alhasil Uparling dikeroyok di belakang mobil bersama oknum pegawai lainnya. Sebelum itu Uparling sempat diintrogasi di salah satu ruangan kantor pemerintah daerah setempat.


Uparling menceritakan, kejadian itu bermula pada Selasa (18/4), sekira pukul 12.30 WIB. Ketika dirinya mengambil foto mobil dinas diduga digunakan Kepala Banpeda Kota Pekanbaru, karena melihat ada kejanggalan dengan nomor polisi mobil tersebut.


"Saya memoto mobil dinas diduga digunakan Kepala Bapenda dengan Nopol B 931 PDN. Setelah melihat foto itu, saya menggangap unik dan janggal karena seorang Kadis selayaknya menggunakan Nopol BM. Artinya Nopol B, berarti bayar pajak di Jakarta. Nurani saya sebagai jurnalis tentu sangat menarik membuat berita itu," ungkap Uparling dilansir Riau Pos (Jawa Pos Group), Kamis (20/4).


Usai mengabadikan foto mobil tersebut, Uparling duduk di ruang tunggu Kantor Bapenda. Tak berselang lama seseorang yang tidak dikenal menghampirinya sambil memertanyakan tujuan mengambil foto mobil tadi. "Abang yang ambil foto mobil bos saya, untuk apa bang," ujar Uparling seraya menirukan perkataan Dondy Rahmad.


Tak puas mendengar jawaban sang wartawan, lantas oknum pegawai honorer itu  mengajak untuk duduk di depan Ruangan Kepala Bapenda. "Di situ saya ditanya lagi identitas. Saya tunjukkan media. Lalu, saya tanyakan mengapa Id Card saya difoto," tanya dia


Lantyas Dondy menarik baju Uparling dan dibawa ke belakang mobil Kepala Bapenda di areal parkir.  "Saya dicakarnya. HPsaya dirampas teman dondy yang menggunakan pakaian dinas ASN. Saya dikerumuni 5 orang yang tak kenal siapa orangnya," imbuhunya lagi.


Atas kejadian itu, Uparling melapor ke polsek Sukajadi pada pukul 17.00 WIB dengan Nomor laporan polisi stpl/172/ib/riau/resta pku/ polsek sukajadi. Saya juga sudah melakukan Visum," pungkasnya.


Sementara itu, Dondy ketika dikonfirmasi Riau Pos melalui sambungan selular 085271150xxx, nomor yang bersangkutan tidak aktif hingga pesan singkat dikirimkan tak kunjung ada balasan. Begitu pula dengan Kepala Bapenda Kota Pekanbaru Azhariman Rozie saat dihubungi dengan nomor 08128664xxx.


Terpisah, Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian membenarkan, Dondy Rahmad merupakan salah satu personel Satpol PP Kota Pekanbaru. Dia mengaku, baru mendapat informasi atas kejadian tersebut. "Masih anggota kita. Kita belum dapat memutuskan, kita melakukan azas praduga tak bersalah. Saya belum bisa memberikan komentar terhadap persoalan ini," Sebut Zulfahmi. (*3/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore