Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 April 2017 | 22.39 WIB

Ternyata, Tahanan Kabur Rusak Besi Penjara Pakai Kayu Sisa Renovasi

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga menunjukan barang bukti. - Image

Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga menunjukan barang bukti.

JawaPos.com - Tujuh tahanan yang kabur dari Mapolsek Tambaksari, Senin dini hari (17/4), sudah merencanakannya sekitar dua minggu. Mereka mendapat peluang setelah melihat adanya besi yang rapuh pada bagian atas kamar mandi penjara. Ryan dkk lantas mencari cara untuk mematahkan besi itu.

"Mereka bukan memakai gergaji. Namun pakai balok kayu yang ada di atas, sebelah blok mereka," terang Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga, Selasa (18/4).

Balok kayu tersebut merupakan sisa renovasi Mapolsek yang tertinggal. Ukurannya 4x6x50 centimeter. Diduga, polisi luput mengawasi adanya kayu jenis jati tersebut. Ukurannya yang kokoh, mampu untuk membengkokkan besi bagian atas kamar mandi.

Shinto menjelaskan, besi penjara tersebut tidak sampai patah. Hanya melengkung. Namun, ukurannya sudah cukup untuk dilewati badan ketujuh orang tersebut. "Butuh dua hari percobaan untuk memastikan besi itu benar-benar bengkok," jelasnya.

Berdasar hasil pemeriksaan tersangka Ryan, awalnya dia mengajak Salman dan Sohib. Keduanya masih diburu saat ini. Mereka lantas melihat ada balok kayu itu di sebelah blok yang dihuni.

Sabtu (15/4), sekitar pukul 13.00, Salman mengambil potongan balok kayu tersebut. Setelah diambil, Ryan dan Sohib naik dan bertumpu pada jendela kamar mandi. Ketiganya luput dari pengawasan petugas. Sebab, di kamar mandi itu tidak ada closed-ciruit television (CCTV).

Usaha pertama itu gagal, karena besi penjara masih terlalu kokoh untuk dibengkokkan. Ketiganya menjajal upaya yang sama keesokan harinya (14/4), sekitar pukul 14.00. Kali ini, mereka berhasil. Mereka sudah bisa memastikan bahwa bengkoknya besi tersebut sudah bisa untuk dilewati orang.

Akan tetapi mereka tidak langsung kabur. Ryan kembali meyakinkan teman-temannya diblok itu untuk ikut lari. Dua orang tahanan tidak mau. Hanya tujuh yang akhirnya meloloskan diri. Bengkoknya besi tersebut tidak sampai diawasi oleh petugas. Mereka kurang teliti melihat celah tersebut.

Balok kayu tersebut sudah disita oleh Satreskrim Polrestabes Surabaya sebagai barang bukti. Soal lemahnya pengawasan, polisi bakal menyelidikinya secara profesional.

Sebelumnya Kapolrestabes Surabaya Kombespol M. Iqbal sudah memastikan bahwa pihaknya akan meminta Propam untuk memeriksa semua petugas Polsek Tambaksari yang bertanggung jawab mengawasi tahanan. "Semuanya akan kami periksa sesuai dengan prosedur," tegas Iqbal. (did/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore