
Ilustrasi: Ngurek Keris
JawaPos.com - Upacara piodalan di Pura Dalem Tegal Jadi, Marga sekitar pukul 00.30 Minggu (16/4) diwarnai insiden yang tak mengenakkan bagi I Putu Nadiasa, 41.Dia tertusuk keris saat ngurek atau ngunying (menusukkan keris ke tubuh) dalam pementasan Calonarang di jaba kaja pura. Menurut informasi, peristiwa berawal ketika tapakan rangda muncul. Sosok ini membuat banyak orang kerauhan atau kesurupan. Tak terkecuali Nadiasa. Dalam kondisi trance, mereka saling tusuk, termasuk menusukkan keris terhadap rangda. Nadiasa juga beberapa kali menusukkan keris terhadap rangda, namun sosok ini kebal
Gagal dilukai, rangda menyudahi pementasan, dan kembali ke dalam pura. Sejumlah warga yang masih kesurupan pun mulai ngurek. Menusuk-nusukkan keris ke tubuh masing-masing. Ternyata perut Nadiasa tak kebal ketika ditusuk sendiri. Keris menembus ke perutnya sedalam 2 cm. Darah pun mengucur dari perut. Segera dia pun dilarikan ke RS Tabanan. Dirut RS Tabanan Nyoman Susila dikonfirmasi kemarin mengatakan keris yang dipakai pasien saat ngunying memang menembus ke bagian perut.
Namun, kata dia, lukanya tidak terlalu membahayakan, sebab tidak sampai mengenai organ dalam seperti usus, misalnya. “Sudah menjalani operasi tadi pagi,” kata Susila. Sementara itu, I Gede Suwela, bendahara Desa Pakraman Tegal Jadi mengaku tidak tahu persis apakah Nadiasa terkena luka saat ngunying atau terkena keris saat jatuh usai menghujamkan keris ke tubuh rangda. Pasalnya, saat itu banyak warga yang kerauhan. Kurang lebih ada 10 orang.
Dia menjelaskan, kejadian itu berawal ketika digelar pujawali yang berlangsung di Pura Dalem Desa Pakraman. Dalam pujawali mengadakan pementasan Calonarang setahun sekali. Namun, sebelum itu didahului sejumlah acara, termasuk cerita lawak dimulai sejak pukul 21.30. Ketika rangda keluar dari kori agung, dan meucap-ucap, mendadak warga kesurupan.
Para warga yang kesurupan ini pun menghujamkan keris ke rangda. “Nadiasa sempat dua kali menghujamkan keris kepada Ratu Anom (rangda),” jelasnya. Usai hujaman pertama, Nadiasa membetulkan udengnya yang mau copot. Lalu, menghujamkan lagi keris yang ia pegang ke tubuh rangda, namun terpental.
Setelah itu, rangda pun masuk ke pura lagi. Sedangkan Nadiasa dan warga lainnya masih ngunying. Dan, saat itu terlihat baju putih yang dikenakan Nadiasa dipenuhi bercak darah, dan ia juga tampak kesakitan. “Nah, apakah saat terjatuh usai menghujam itu kena keras, atau terkena saat ngunying,” katanya penuh tanya. Sekitar pukul 01.00, Nadiasa dilarikan ke RS Tabanan. Sebelum rangda muncul dari kori agung, Suwela menyebut ada kejadian berupa kemunculan dua ular di pinggir tembok jaba kaja. Ular yang melilit itu membuat penonton resah. Maka ditangkap prajuru dan dibuang ke tegalan di timur pura dalem. “Barang kali itu pertanda akan terjadi hal ini,” kata Suwela. (yor/mus)

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
