Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 April 2017 | 04.28 WIB

Pria Ini Tertusuk Keris Sendiri Saat Upacara Piodalan

Ilustrasi: Ngurek Keris - Image

Ilustrasi: Ngurek Keris

JawaPos.com - Upacara piodalan di Pura Dalem Tegal Jadi, Marga sekitar pukul 00.30 Minggu  (16/4) diwarnai insiden yang tak mengenakkan bagi I Putu Nadiasa, 41.Dia tertusuk keris saat ngurek atau ngunying (menusukkan keris ke tubuh) dalam pementasan Calonarang di jaba kaja pura. Menurut informasi, peristiwa berawal ketika tapakan rangda muncul. Sosok ini membuat banyak orang kerauhan atau kesurupan. Tak terkecuali Nadiasa. Dalam kondisi trance, mereka saling tusuk, termasuk menusukkan keris terhadap rangda. Nadiasa juga beberapa kali menusukkan keris terhadap rangda, namun sosok ini kebal


Gagal dilukai, rangda menyudahi pementasan, dan kembali ke dalam pura. Sejumlah warga yang masih kesurupan pun mulai ngurek. Menusuk-nusukkan keris ke tubuh masing-masing. Ternyata perut Nadiasa tak kebal ketika ditusuk sendiri. Keris menembus ke perutnya sedalam 2 cm. Darah pun mengucur dari perut. Segera dia pun dilarikan ke RS Tabanan. Dirut RS Tabanan Nyoman Susila dikonfirmasi kemarin mengatakan keris yang dipakai pasien saat ngunying memang menembus ke bagian perut.


Namun, kata dia, lukanya tidak terlalu membahayakan, sebab tidak sampai mengenai organ dalam seperti usus, misalnya. “Sudah menjalani operasi tadi pagi,” kata Susila. Sementara itu, I Gede Suwela, bendahara Desa Pakraman Tegal Jadi mengaku tidak tahu persis apakah Nadiasa terkena luka saat ngunying atau terkena keris saat jatuh usai menghujamkan keris ke tubuh rangda. Pasalnya, saat itu banyak warga yang kerauhan. Kurang lebih ada 10 orang.


Dia menjelaskan, kejadian itu berawal ketika digelar pujawali yang berlangsung di Pura Dalem Desa Pakraman. Dalam pujawali mengadakan pementasan Calonarang setahun sekali. Namun, sebelum itu didahului sejumlah acara, termasuk cerita lawak dimulai sejak pukul 21.30. Ketika rangda keluar dari kori agung, dan meucap-ucap, mendadak warga kesurupan.


Para warga yang kesurupan ini pun menghujamkan keris ke rangda. “Nadiasa sempat dua kali menghujamkan keris kepada Ratu Anom (rangda),” jelasnya. Usai hujaman pertama, Nadiasa membetulkan udengnya yang mau copot. Lalu, menghujamkan lagi keris yang ia pegang ke tubuh rangda, namun terpental.


Setelah itu, rangda pun masuk ke pura lagi. Sedangkan Nadiasa dan warga lainnya masih ngunying. Dan, saat itu terlihat baju putih yang dikenakan Nadiasa dipenuhi bercak darah, dan ia juga tampak kesakitan. “Nah, apakah saat terjatuh usai menghujam itu kena keras, atau terkena saat ngunying,” katanya penuh tanya. Sekitar pukul 01.00, Nadiasa dilarikan ke RS Tabanan. Sebelum rangda muncul dari kori agung, Suwela menyebut ada kejadian berupa kemunculan dua ular di pinggir tembok jaba kaja. Ular yang melilit itu membuat penonton resah. Maka ditangkap prajuru dan dibuang ke tegalan di timur pura dalem. “Barang kali itu pertanda akan terjadi hal ini,” kata Suwela. (yor/mus)

Editor: Soejatmiko
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore