Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 April 2017 | 02.15 WIB

Larangan Tamasya Al Maidah Dianggap PDIP Tepat

Masinton Pasaribu - Image

Masinton Pasaribu

JawaPos.com - Larangan adanya mobilisasi massa pada saat putaran kedua Pilkada DKI Jakarta yang dikeluarkan Polda Metro Jaya bersama KPU, dan Bawaslu disambut baik Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu. Menurutnya, langkah tersebut sudah tepat.



"Itu sudah tepat," tegasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (17/4)



Alasannya, itu sudah sesuai tugas dan fungsi masing-masing lembaga. Terutama pihak Kepolisian dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat pada saat hari pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta.



Lagi pula menurutnya, Pilkada DKI merupakan urusan warga Jakarta. Artinya yang menjaga adalah warga Jakarta tanpa perlu warga daerah lain hadir mengawalnya.



Kalau warga di luar Jakarta katanya boleh saja hadir dalam tahap sosialisasi dan kampanye. "Monggo silakan. Tapi kalau saat pencoblosan nggak perlu. Cukup dijaga warga Jakarta dan aparat kepolisian yang dibantu TNI," tegasnya.




Masinton pun menambahkan, tempat pemungutan suara (TPS) bukan lah tempat untuk bertamasya. "Kalau tamasya ke TPS motifnya lain lagi dong karena tempat tamasya itu bukan di TPS. Tamasya itu ke Ancol, Ragunan, Taman Mini, bukan TPS," pungkas politikus PDIP itu. (dna/JPG)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore