
Penyidik KPK Novel Baswedan
JawaPos.com - Penyidik Polda Metro Jaya berupaya memroses kasus penyiraman air keras yang dialami Novel Baswedan. Hingga kini aparat telah memeriksa 19 orang saksi. Rencananya keterangan saksi itu akan disinkronkan dengan gambar di circuit closed television (CCTV) di rumah korban.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, total sudah ada 19 saksi yang dimintai keterangan. "Kasus Novel Baswedan bahwa kemarin saksi 16 sudah kita lakukan periksa hari ini terakhir 19 orang," kata dia di Polda Metro Jaya, Senin (17/4).
Tak hanya itu, polisi juga kini tengah memeriksa CCTV yang didapat dari rumah dan sekitar rumah Novel. Jika hasil gambar dari CCTV telah diketahui, polisi akan mensinkronkannyadengan keterangan saksi-saksi yang sudah diperiksa sebelumnya.
Mantan Kabid Humas Polda Jawa Timur itu menuturkan, polisi juga belum dapat mengetahui sidik jari pada cangkir yang digunakan pelaku pada saat menyiram Novel. "(Sidik jari) belum. Namanya cangkir gagangnya kecil, kami tak mendapatkan di situ," beber dia. (elf/JPG)

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
