
Puluhan motor hasil razia tertib lalu lintas dan balapan liar diamankan di halaman Mapolres Kobar.
JawaPos.com - Kepatuhan masyarakat Kobar terhadap aturan berkendara masih rendah, terutama dalam penggunaan helm dan kepemilikian SIM.
Hal itu terlihat saat Satuan Lalu Lintas Polres Kobar menggelar razia tertib berlalu lintas di seputaran Bundaran Pancasila, Sabtu (15/4) malam. Sebanyak 69 pengendara terjaring razia malam itu. Puluhan anggota Satlantas menyebar di lima penjuru jalur Bundaran Pancasila untuk mencegah pelanggar kabur dari pemeriksaan.
Pengendara yang terjaring razia dengan rincian 35 orang ditilang dengan STNK ditahan, sembilan SIM ditahan, dan 25 kendaraan bermotor diamankan Satlantas karena tidak ada kelengkaan berupa surat tanda nomor kendaraan (STNK). Satlantas juga mengamankan 13 motor tambahan dari hasil razia balapan liar di Jalan Sutan Syahrir.
Kasat Lantas Polres Kobar AKP Asdini Pratama Putra mengatakan, pelanggaran yang dominan masih minimnya kesadaran menggunakan helm dan juga SIM. ”Banyak yang tanpa helm, terutama bagi yang dibonceng dan juga SIM,” katanya.
Menurutnya, para pengguna sepeda motor masih menganggap helm sebagai kewajiban, padahal memakai helm itu seharusnya menjadi kebutuhan karena helm menjadi syarat utama untuk keselamatan dalam berkendara.
”Helm itu syarat wajib, mengenakan helm bukan untuk kepentingan polisi, tapi demi keamanan dan keselamatan pengendara motor itu sendiri,” katanya.
Aturan wajib memakai helm dan juga aturan keselamatan berlalu lintas ini dibuat dan diundangkan tidak hanya sebagai aturan semata, namun untuk melindungi pengguna kendaraan bermotor.
”Aturan ini sebagai bukti kalau kita (negara) ini sangat sayang dengan rakyatnya. Jadi bila melanggar dan terkena tilang tidak seharusnya mereka marah atau mungkin sakit hati. Bayangkan bila tidak ada aturan ketat, maka akan banyak kecelakaan dan banyak korban,” terangnya.
Menaati aturan berlalulintas bukan hanya kewajiban karena ada undang-undnag yang mengatur, namun harus menjadi kebutuhan. ”Harus diubah, bukan hanya sekadar kewajiban lagi tapi berupa kebutuhan. Kalau kita butuh pasti bagaimanpun caranya sebisa mungkin pasti akan kita lakukan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, kendaraan yang diamankan saat razia di Bundaran Pancasila dan razia balapan liar di Jalan Sutan Syahrir juga untuk mendeteksi kejahatan pencurian kendaraan bermotor.
”Kita akan cek dulu dan kerjasama dengan Satreskrim untuk memastikan apakah terdapat kendaraan yang terindikasi dari tindak pidana curanmor dan juga kejahatan lainnya,” katanya. (sla/yit/fab/JPG)

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
Live Streaming PSS Sleman vs Garudayaksa FC Final Liga 2 dan Prediksi Skor: Trofi Bergengsi Menanti Pemenang!
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Prancis Hari Ini: Momentum Veda Ega Rebut Pole Position!
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
