Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 April 2017 | 07.50 WIB

Petani Keluhkan Harga Karet Anjlok

Petani Karet - Image

Petani Karet

JawaPos.com - Kekhawatiran masyarakat di Kabupaten Bartim, Kalteng, terkait terus merosotnya harga karet terbukti. Pasalnya, anjloknya getah hasil perkebunan tersebut saat ini telah menyentuh titik terendah berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 6.000 perkilogramnya. Alhasil, warga yang mayoritas berpenghasilan sebagai petani karet hanya bisa pasrah.


Warga Desa Balawa, Kecamatan Paju Epat, Tubir (38) mengatakan, merosotnya harga karet itu terjadi lebih dari dua pekan terakhir. Ia menyebutkan, dari harga semula yang sempat membaik Rp 12.000 turun menjadi Rp 9.000 dan sekarang hanya Rp6.000 perkilogram.


“Kalau masalahnya tidak jelas, mau gimana lagi kalau memang segitu (Harga, red) tetap dijual,” katanya, ketika dibincangi Kalteng Pos (Jawa Pos Grpup), Sabtu (17/4).


Anjloknya harga karet tersebut juga dirasakan para petani di wilayah Haringen, Kecamatan Dusun Timur. Namun harga itu tetap membuat para warga yang rutin menyadap karet bertahan mengeluti usahanya lantaran dianggap sebagai mata pencaharian utama. “Di sini cuman lima ribu perkilogramnya, turunnya harga karena stok di gudang masih banyak katanya,” ucap Heriyani (34). 


Petani wanita tersebut menyebutkan, pihaknya tentu tidak mengharapkan turunnya harga karet berlangsung lama. Sebab, menurut Heri–sapaan akrabnya-, semua barang kebutuhan dipastikan kembali tidak akan terpenuhi. (log/ala/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore