Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 April 2017 | 04.01 WIB

Pipa Primer Urung Dipindah, 70 Ribu Pelanggan PDAM Lega

TIDAK JADI: PDAM Surya Sembada memastikan tidak bakal memindahkan pipa primer. - Image

TIDAK JADI: PDAM Surya Sembada memastikan tidak bakal memindahkan pipa primer.


JawaPos.com- PDAM Surya Sembada Surabaya batal memindahkan pipa primer yang membentang di jalur bawah tanah (underpass) Satelit. Langkah tersebut setidaknya melegakan 70 ribu pelanggan PDAM. Sebab, aliran air yang mereka terima sehari-hari tidak akan macet total.



Manajer Senior Pemeliharaan PDAM Nanang Widiyatmoko menyatakan, langkah itu merupakan keputusan besar yang tidak merugikan para pelanggan. Awalnya, pada Mei pipa berdiameter 1 meter tersebut rencananya memang dipindahkan. Sebab, keberadaan pipa itu tidak jauh dari permukaan underpass. Jika tidak dipindahkan, pipa cepat rusak. Bila proyek itu kelar, jalan akan dilalui ribuan kendaraan setiap hari. ’’Setelah konsultan mengatakan tidak perlu pemindahan, kami lega,’’ ujar alumnus Jurusan Teknik Elektro Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).



Nanang menjelaskan, alasan utama PDAM tidak memindahkan pipa tersebut karena dampak ke pelanggan sangat tinggi. Pipa tersebut selama ini mengalirkan air dari Instalasi Pengolahan Air Minum (IPAM) Karang Pilang (KP) III. Daya alirnya mencapai 1.000 liter per detik. Pipa menyuplai kebutuhan air kepada pelanggan yang tinggal di kawasan Dukuh Kupang, Banyu Urip, Simo Rejo, Simo Magersari, Simo Sidomulyo, Tidar, Tembok Demak, Asem Jaya, Asem Jajar, Gundih, Babadan, Babadan Rukun, Bangunsari, Purwodadi, dan beberapa daerah lainnya.



’’Bayangno (bayangkan, Red) kalau dimatikan protesnya bagaimana nanti,’’ kata pria asal Benowo itu.



Di sisi lain, PDAM juga merugi karena air yang seharusnya dijual tidak sampai ke pelanggan. Kerugian tersebut bisa dihitung dari jumlah aliran yang mencapai 1.000 liter per detik. Belum lagi, pemindahan pipa membutuhkan waktu minimal tiga hari. Jika ada hambatan, pemindahannya butuh waktu lebih. Bisa dibayangkan berapa kerugian yang harus ditanggung PDAM jika pipa tidak mengalir.



Dampak lainnya, PDAM juga memikirkan masalah dewatering. Bila pipa dipindahkan, aliran air dari pipa bakal membanjiri kawasan proyek. Sementara itu, kondisi sungai yang rencananya digunakan untuk membuang air kini elevasinya lebih tinggi. ’’Sungainya sangat kecil. Takutnya meluber ke jalan,’’ lanjut Nanang.



Karena itu, konsultan telah mempersiapkan plan B. PDAM tidak perlu memindahkan pipa. Pipa yang berjarak hanya 77 cm dari aspal underpass itu hanya perlu diperkuat. Nantinya dibuatkan beton pelindung yang mengelilingi pipa tersebut. Bentuknya menyerupai box culvert. ’’Jadi, beban kendaraan itu tertopang beton tersebut,’’ katanya.



Langkah itu dipastikan tidak berdampak ke pelanggan. Sebab, penguatan dilakukan tanpa memotong pipa. Pengerjaan penguatan itu dilangsungkan bulan depan.



Nanang menerangkan, pekan depan konsultan merampungkan pengerjaannya. Setelah itu, PDAM akan melelang pengerjaan penguatan pipa tersebut.



Selain pipa itu, sebenarnya masih ada pipa lain yang terdampak proyek. Pipa tersebut juga berdiameter 1.000 mm. Pipa itu harus dipindahkan. Namun, pengerjaannya hanya 6 jam. Dengan rencana yang diambil itu, PDAM juga menghemat anggaran hingga miliaran rupiah.



Manajer Proyek Underpass Satelit Saleh Hendro menjelaskan, perubahan rencana PDAM tidak memengaruhi desain proyek. Tingkat kemiringan underpass pun tidak terpengaruh rencana penguatan pipa PDAM itu. ’’Cuma ada perubahan struktur setempat,’’ ucapnya.



Perubahan tersebut berupa penambahan besi bertulang konstruksi beton. Dengan begitu, pipa tidak terganggu beban kendaraan. Proyek underpass pertama Surabaya itu rencananya terwujud akhir tahun nanti. Dengan begitu, tumpukan kendaraan yang selama ini mbundel di bundaran bisa berkurang.



Kendaraan dari arah Jalan Mayjen Sungkono ke HR Muhammad atau sebaliknya tidak perlu mengambil jalan memutar. Tinggal lurus saja. Adapun kendaraan yang berbelok ke arah tol atau ke Kupang Indah bisa melintasi overpass yang kini sudah dibangun.



Saat ini kontraktor PT Pembangunan Perumahan (PP) juga fokus melakukan penggalian di sisi timur dan barat bundaran. Setelah pengerukan di dalam bundaran selesai, kontraktor bakal melanjutkan pengerukan ke arah Jalan Mayjen Sungkono dan HR Muhammad. (sal/c15/git)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore