
Tim putri Jakarta Elektrik PLN merebut hadiah uang pembinaan Rp 40 juta usai menjadi juara final four.
JawaPos.com - Juara bertahan putri Jakarta Elektrik PLN mampu mempertahankan kesempurnaan sepanjang final four dengan memetik kemenangan atas Jakarta Pertamina Energi 3-1 (26-24, 22-25, 25-21, 25-22) di GOR C-Tra Arena, Bandung, Minggu (16/4). Elektrik PLN juga berhak atas uang pembinaan sebesar Rp 40 juta karena menyandang status juara final four.
Pada laga terakhir putaran kedua final four di Bandung, tim asuhan Tian Mei masih tetap tampil optimal demi menjaga rekor selalu menang pada final four. Meski sudah dipastikan melaju ke grand final dan juga menantang Pertamina, Elektrik PLN tak mau melepas laga pamungkas begitu saja.
Pertarungan memang sempat ketat pada dua set awal. Keunggulan Elektrik PLN pada set pertama sanggup diimbangi Pertamina pada set berikutnya. Namun, dalam dua set penentuan, Aprilia Manganang dan kawan-kawan tak terbendung untuk menuntaskan laga dengan kemenangan.
"Kami bermain dengan sabar. Kami juga menekan dari servis sehingga lawan tidak bisa menyerang balik," ulas Abdul Munif, asisten pelatih Elektrik PLN, seusai laga. "Kami target menang karena ada bonus. Selain itu, kami juga mempelajari permainan Pertamina buat di grand final," sahut Aprilia.
Sementara, pelatih Pertamina, Risco Herlambang, memang tak memaksakan timnya harus menang. Bagi dia, laga ini hanya formalitas dan fokus tim sudah menuju laga grand final di Jogjakarta pada 23 April.
"Saya target menang, tapi kalah juga tidak masalah. Main normatif, tapi saya pengen tahu kekuatan lawan. Yang penting tanggal 23 di grand final," bilang Risco.
Pertemuan kedua tim di Jogjakarta pada 23 April bak ulangan grand final musim lalu. Kala itu, Elektrik PLN sukses mempertahankan gelar juara usai memenangi pertarungan melawan Pertamina. Sebagian besar komposisi pemain pun masih sama. Hanya beberapa nama yang berbeda, termasuk dua legiun asing di masing-masing kubu.
Bagi Risco, kekuatan Elektrik PLN masih bertumpu kepada sang kapten, Aprilia Manganang. Jika bisa mematikan April -sapaan akrab Apirlia-, Pertamina diyakini punya peluang menang.
"Kami mewaspadai Aprilia Mànganang. Di Jogja April harus bisa kami matikan. Kami memang kalah dua kali di final four dari lawan, tapi itu bukan jaminan. Target kami menang di grand final," tegas Risco.
Pada laga terakhir, Jakarta PGN Popsivo Polwan berhasil menang atas Gresik Petrokimia dengan skor 3-0 (25-22, 25-21, 25-23) guna memastikan tempat di posisi ketiga klasemen final four. (ira/JPG)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
