Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 April 2017 | 23.40 WIB

Seruan Gubernur Pasca Dihina Mahasiswa Indonesia di Singapura

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB HM Zainul Majdi - Image

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB HM Zainul Majdi

JawaPos.com - Beberapa waktu lalu Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) TGB HM Zainul Majdi perlakuan kasar dan mengandung penghinaan oleh mahasiswa asal Jakarta ketika tengah berada di Bandara Changi, Singapura.


Tindakan mahasiswa yang sempat melontarkan kata pribumi kepada TGB HM Zainul Majdi, tidak direspon oleh gubernur yang juga ulama ini. Hal ini sempat menimbulkan reaksi dari masyarakat NTB maupun masyarakat Indonesia lainnya.


Kendati ada respon yang bernuansa emosional atas sikap mahasiswa tersebut, TGB HM Zainul Majdi malah menyerukan kepada seluruh masyarakat NTB untuk tetap menjaga keharmonisan di Bumi Gora.


Dikatakannya, kerukunan dan harmoni umat beragama menjadi modal sangat berharga membangun NTB di masa kini dan mendatang. “Kemajemukan itu selama ini terjalin sangat baik dan menjadi tulang punggung pembangunan di NTB,” ujar TGB HM Zainul Majdi, seperti dilansir Lombok Post (Jawa Pos Group), Minggu (16/4).


Gubernur NTB ini menegaskan, penghinaan yang terjadi pada 9 April 2017 saat antre di counter check in Banda Changi tersebut telah sepenuhnya dia maafkan. Terlebih lagi, yang bersangkutan juga telah meminta maaf secara terbuka melalui media massa.


Memang sebelumnya ada proses hukum, lantaran mahasiswa tersebut masih melontarkan hal serupa meski telah sampai di Bandara Soekarno Hatta. Namun, proses hukum tidak dilanjutkan, dan Gubernur telah memberi maaf sepenuhnya.


Ditegaskan Gubernur, kerukunan dan toleransi di NTB terjalin dengan sangat baik. Meski merupakan daerah seribu masjid dengan mayoritas muslim, tetapi NTB yang juga dihuni beragam entis, suku, ras, agama, tradisi, budaya dan bahasa mampu menjaga kedamaian.


"Masyarakat NTB dalam sejarahnya sangat menjunjung nilai-nilai toleransi dan kerukunan antar umat. Hal tersebut bahkan telah terjalin sangat indah sehingga membuat NTB sebagai daerah yang  damai," terangnya.


Oleh karena itu, Gubernur yang akrab disapa TGB ini mengajak seluruh elemen masyarakat NTB untuk tetap menjaga harmoni dan kerukunan yang telah terwujud dengan sangat baik selama ini.


Jangan ada pihak yang menggunakan isu-isu primordial, isu-isu SARA yang dapat merusak dan memecah belah masyarakat. Apalagi, saat ini NTB justru tengah mulai menapak hasil pembangunan daerah.


Menurutnya, kerukunan yang dimiliki NTB sekarang, adalah suatu kondisi yang didamba semua pihak. Sehingga sudah banyak daerah yang datang ke NTB hanya untuk belajar tentang toleransi dan kerukunan. (ili/ms/r3/r8/iil/JPG)

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore