
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa
JawaPos.com - Seulas senyum terpancar dari wajah Kinara, saat Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansah mengunjungi bocah yang selamat dari aksi pembunuhan tersebut di Ruang Rawat VIP Instalasi Rindu-B Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Sabtu (15/4) sore.
Khofifah berharap senyuman itu sebagai hasil dari proses psikososial yang terus dilakukan. “Saya sudah sampaikan pada Direktur RSUP Adam Malik, selama di sini, juga akan ada conselor, LPA. Kita juga akan memberi support psikoososial therapy, " ujar Khofifah seperti ditulis Sumut Pos (Jawa Pos Group), Minggu (16/4).
Senyum Kinara, menurut Khofifah, mengartikan bahwa perkembangan bocah malang itu semakin baik. Dia mengatakan, fungsi-fungsi motorik Kinara sangat bagus. Beberapa mainan yang diberi, menurutnya dapat dimainkan dengan digerakkan sendiri oleh Kinara.
Termasuk respon dari Kinara, kata Khofifah juga cukup bagus. Hal itu terlihat dari ketertarikan Kinara, pada mainan yang diberikannya. Bahkan ia dan Kinara dapat duduk cukup lama.
“Dalam kondisi yang cukup bagus hari ini, kemungkinan tiga sampai lima hari akan dapat pulang ke rumah, menurut dokter yang menangani Kinara,” ujar Khofifah.
Disinggung soal langkah terhadap Kinara ke depan, Khofifah mengatakan melalui sosial protection. Yang pasti Khofifah menegaskan, Kinara harus mendapatkan pengasuhan dan perlindungan dengan baik. Dengan masih memiliki keluarga induk, oleh karena itu pengasuhan yang terbaik tetap pada keluarganya.
“Untuk yang lain, yang akan memberikan support saya rasa akan bisa, bersinergi dengan apa yang dilakukan keluarganya,” tambah Khofifah.
Ditanya soal peristiwa yang menimpa sekeluarga yang berada di Jalan Mangaan, Kelurahan Mabar, Medan Deli tersebut, Khofifah mengaku sangat prihatin. Menurutnya kejadian itu sangat jahat dan juga sadis.
Khofifah menilai kejadian itu sebagai kekerasan yang sangat membabi buta. Dan siapa pun pasti menyayangkan peristiwa itu. Oleh karenanya, Khofifah berharap dari lingkungan keluarga sosialisasi terhadap pola hidup harmoni dan penuh kasih sayang harus dilakukan.
Begitu juga di sekolah-sekolah, Khofifah meminta harus dibangun pola hidup untuk saling menghormati dan saling memberi kasih sayang. “Jangan diberi kesempatan membuly, karena dapat membentuk karakter tidak produktif. Jadi ketika terjadi kerentanan keluarga dan kekeringan suasana pada dialog di dalam keluarga, kemungkinan kekerasan itu muncul,” demikian Khofifah.(ain/yaa/nas/JPG)

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
Mobil Plat L Ringsek di Malang Diserang 300 Orang? Polres Malang Turun Tangan, Ini Fakta Terbarunya
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Rekomendasi Kuliner Mantap Dekat Bandara Juanda Surabaya, Cocok untuk Isi Waktu Sebelum Check-in
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
12 Kuliner Mie Kocok di Bandung Paling Enak dengan Kuah Gurih yang Bikin Nagih Sejak Suapan Pertama
