Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 16 April 2017 | 23.26 WIB

Senangnya Khofifah Lihat Kinara Mulai Tersenyum

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa - Image

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa

JawaPos.com - Seulas senyum terpancar dari wajah Kinara, saat Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansah mengunjungi bocah yang selamat dari aksi pembunuhan tersebut di Ruang Rawat VIP Instalasi Rindu-B Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) H Adam Malik, Sabtu (15/4) sore.


Khofifah berharap senyuman itu sebagai hasil dari proses psikososial yang terus dilakukan. “Saya sudah sampaikan pada Direktur RSUP Adam Malik, selama di sini, juga akan ada conselor, LPA. Kita juga akan memberi support psikoososial therapy, " ujar Khofifah seperti ditulis Sumut Pos (Jawa Pos Group), Minggu (16/4).


Senyum Kinara, menurut Khofifah,  mengartikan bahwa  perkembangan bocah malang itu semakin baik. Dia mengatakan, fungsi-fungsi motorik Kinara sangat bagus. Beberapa mainan yang diberi, menurutnya dapat dimainkan dengan digerakkan sendiri oleh Kinara. 


Termasuk respon dari Kinara, kata Khofifah juga cukup bagus. Hal itu terlihat dari ketertarikan Kinara, pada mainan yang diberikannya. Bahkan ia dan Kinara dapat duduk cukup lama.


“Dalam kondisi yang cukup bagus hari ini, kemungkinan tiga sampai lima hari akan dapat pulang ke rumah, menurut dokter yang menangani Kinara,” ujar Khofifah.


Disinggung soal langkah terhadap Kinara ke depan, Khofifah mengatakan melalui sosial protection.  Yang pasti Khofifah menegaskan, Kinara harus mendapatkan pengasuhan dan perlindungan dengan baik. Dengan masih memiliki keluarga induk, oleh karena itu pengasuhan yang terbaik tetap pada keluarganya.


“Untuk yang lain, yang akan memberikan support saya rasa akan bisa, bersinergi dengan apa yang dilakukan keluarganya,” tambah Khofifah.


Ditanya soal peristiwa yang menimpa sekeluarga yang berada di Jalan Mangaan, Kelurahan Mabar, Medan Deli tersebut, Khofifah mengaku sangat  prihatin. Menurutnya kejadian itu sangat jahat dan juga sadis. 


Khofifah menilai kejadian itu sebagai kekerasan yang sangat membabi buta. Dan siapa pun pasti menyayangkan peristiwa itu. Oleh karenanya, Khofifah berharap dari lingkungan keluarga sosialisasi terhadap pola hidup harmoni dan penuh kasih sayang harus dilakukan. 


Begitu juga di sekolah-sekolah, Khofifah meminta harus dibangun pola hidup untuk saling menghormati dan saling memberi kasih sayang. “Jangan diberi kesempatan membuly, karena dapat membentuk karakter tidak produktif. Jadi ketika terjadi kerentanan keluarga dan kekeringan suasana pada dialog di dalam keluarga, kemungkinan kekerasan itu muncul,” demikian Khofifah.(ain/yaa/nas/JPG)


Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore