
SEMARAK: Arak-arakan Semana Santa pada Jumat Agung, Jumat (14/4). Tradisi setiap Paskah itu sudah berlangsung ratusan tahun di Larantuka.
Selain panorama yang menakjubkan, Larantuka memiliki tradisi yang berlangsung sejak abad ke-15, yakni Semana Santa. Tradisi yang dibawa bangsa Portugis itu membuat semarak kota kecil di Nusa Tenggara Timur tersebut pada setiap Paskah.
FERLYNDA PUTRI, Larantuka
HALAMAN rumah Mundi Riberu, 57, berbeda dari biasanya. Ada meja yang kanan kirinya dihiasi bunga dari plastik. Di tengahnya diletakkan patung Bunda Maria dan tiga lilin yang menyala di dalam gelas merah. Di depan meja, 12 lilin berukuran sekitar 20 sentimeter menyala membentuk salib. Sekelilingnya ditaburi bunga-bunga hidup.
Tetangga samping rumah Mundi juga memiliki hiasan yang hampir sama di depan rumahnya. Warga Larantuka –khususnya yang beragama Katolik– memang seolah ’’berlomba’’ menghias halaman rumah masing-masing dengan pernak-pernik Paskah. Selain lilin yang dinyalakan saat malam, patung Bunda Maria dan Yesus Kristus tidak lupa dipasang di tengahnya. Atau, paling tidak, warga memajang foto atau lukisan Yesus dan Bunda Maria.
”Ini untuk menyambut patung Tuan Ma (patung Bunda Maria, Red) dan Tuan Ana (patung Yesus, Red) yang akan lewat di depan rumah,” ucap Raufina Kori, istri Mundi, Jumat malam (14/4).
Perempuan 55 tahun itu juga menyiapkan air mineral bergalon-galon untuk para peziarah yang kehausan mengarak Tuan Ma dan Tuan Ana. ”Kami juga sudah siapkan toilet bagi yang ingin buang air kecil,” tuturnya.
Tradisi itu sudah berlangsung ratusan tahun silam di Larantuka. Setiap keluarga di kota itu berlomba menyiapkan kebutuhan peziarah. Jadi, peziarah tak perlu khawatir jika haus atau merasa ingin buang air.
”Siang tadi ada pemuda Islam yang ikut membersihkan jalan. Mereka ikut menyapu,” cerita Raufina.
Solidaritas antarumat beragama di Larantuka itu terjalin dengan baik. Menurut Raufina, sebelum prosesi Semana Santa, pemuda Katolik dengan pemuda Islam bertemu. Mereka membicarakan apa saja yang bisa dikerjakan bersama. Sebab, Semana Santa bukan hanya bagian ritual Paskah, tapi kini juga menjadi komoditas wisata. Beberapa peziarah memang hanya ingin menikmati prosesi yang sudah menjadi budaya tersebut.
Jumat lalu memang menjadi hari tersibuk bagi masyarakat Larantuka dalam perayaan Paskah. Ritual pada Jumat Agung itu diawali dengan penutupan Adorasi Sakramen Mahakudus di Katedral Reinha Rosari Larantuka. Saat itu sudah tidak ada lagi musik-musik di gereja. Semua doa tidak diiringi dengan musik. Baju para jemaat juga dianjurkan berwarna hitam.
Siangnya di Kapel Tuan Menino dilangsungkan prosesi laut. Puluhan kapal mengantar Tuan Menino atau bayi Yesus ke Pantai Kuce. Warga berjejer di tepi pantai untuk menyambut Tuan Menino.
”Kalau kapal Tuan Menino datang, kita tidak boleh duduk dan memakai penutup kepala. Ini untuk menghormati beliau,” tutur Don Andre III Marthinus DVG, raja Larantuka.
Selanjutnya, para peziarah mengantar patung Tuan Ma dan Tuan Ana ke Katedral Reinha Rosari Larantuka. Prosesi arak-arakan malam akan dimulai dari gereja tersebut.
Namun, sebelum itu, sorenya, peziarah biasanya mengunjungi makam leluhur. Saat itulah tempat pemakaman dihiasi lilin-lilin yang dinyalakan di atas pusara. Tidak lupa, aneka bunga ditaburkan di sekitarnya.
”Sebelum arak-arakan, ada upacara lamentasi Jumat Agung,” jelas Donthinus, sapaan sang raja.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
