
Ilustrasi
JawaPos.com - Kelegaan dirasakan para pemilik rental menyusul tertangkapnya OM (28) alias Ois. Oknum PNS (Pegawai Negeri Sipil) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo ini dijebloskan ke jeruji besi sel tahanan Polsek Kota Tengah akibat perbuatannya yang diduga menggelapkan sebanyak 20 unit mobil rental.
Dilansir dari Gorontalo Post (Jawa Pos Group), salah seorang korban penggelapan mobil Mohamad Viatur Sitepu mengatakan, mobil Xenia warna abu-abu miliknya DM 1478 AF yang dititipkan di rental yang ada di Jalan John Aryo Katili diduga digelapkan Ois.
Diceritakan pria yang kerap disapa Ka Bas ini, bahwa modus operandi yang dilakukan Ois cukup licin. Bermula pada Senin (10/4) Ois datang bersama rekannya untuk meminjam mobil dengan alasan akan digunakan untuk keperluan operasional kantor tempatnya bekerja yakni di Dinas Dukcapil Kota Gorontalo.
Dua hari kemudian saat dihubungi Ois sudah tidak merespon lagi bahkan janjinya untuk membayar uang jasa pinjaman mobil rental tersebut tidak ditepati. Bahkan, yang membuat Ka Bas naik pitam dia malah mendapat informasi bahwa mobil miliknya tersebut sudah digadaikan kepada salah seorang anggota Polisi yang ada di Polres Bone Bolango.
Herannya, Ois menggadaikan mobil itu hanya bermodalkan surat leasing. Sementara persyaratan leasing menerima gadai mobil harus menjaminkan BPKB. "Bagaimana bisa mobil itu di leasing sedangkan BPKB ada sama saya. Saya khwatir modus penggelapan mobil seperti ini sudah merupakan sindikat yang bekerjasama dengan leasing yang illegal atau abal-abal. Polisi harus mengungkap sindikat seperti ini biar tidak akan bertambah lagi korban jiwa,"pinta Ka Bas.
Tak terima hal itu Ka Bas akhirnya mendatangi Mapolsek Kota Tengah untuk melaporkan perbuatan Ois agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.
Kapolsek Kota Tengah Iptu MT Manopo ketika dikonfirmasi menegaskan, setelah menerima laporan itu pihaknya langsung mengambil tindakan cepat untuk melakukan proses penyelidikan atas kasus ini.
"Kami sudah menahan Ois setelah sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penggelapan sebanyak 19 unit mobil,"kata Kapolsek. Perwira polisi yang dikenal tegas ini mengungkapkan, 20 unit mobil yang diduga digelapkan Ois itu merupakan milik dari 13 rental yang ada di Kota Gorontalo. Sisanya jelas Kapolsek adalah milik dari perorangan yang juga direntalkan. Terkait dugaan sindikat penggelapan mobil yang menggunakan modus leasing, pihaknya masih akan melakukan pendalaman lagi apakah ada keterlibatan pihak lain dalam kasus ini.
"Yang jelas tersangka kami jerat dengan pasal berlapis yakni pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan pasal 378 KUHP terkait penipuan dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara,"tandasnya. (roy/sad/JPG)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

7 Cara Ampuh Mengatasi HP Lemot Tanpa Harus Ganti Baru
Ferry Juliantono Rencanakan Penyaluran Gaji PNS dan Pensiun lewat Koperasi
Prediksi Skor Buriram vs Borneo di ASEAN Club Championship: Thunder Castle Menang Tipis
Pengurus NU Laporkan Dugaan Politik Uang Muktamar ke KPK, Uang Rp 40 Juta Dikembalikan
Prediksi Skor Kuching City vs Tampines di ASEAN Club Championship: The Cats Unggul Tipis
Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Didik J Rachbini: Putusan MK Ungkap Kebohongan Gibran dan Jokowi
Jokowi Temui Prabowo saat Sidang Putusan Gibran, Ajudan Ungkap Isi Pertemuan
Prediksi Skor Meksiko vs Cile: El Tri Bakal Bangkit, La Roja Akhiri Tren Buruk
Gibran Terbukti Tak Punya Ijazah SMA, tapi MK Tidak Berwenang Diskualifikasi dari Wapres

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022