
PANTANG MENYERAH: Laila Ratna Swari, penyandang autoimun, tetap ceria dan penuh ambisi mengejar mimpi.
JawaPos.com – Mendung menggelayut saat Jawa Pos menemui Laila Ratna Swari, 22, di sebuah kedai makan di daerah Surabaya Timur. Kala itu gadis yang akrab disapa Lala tersebut datang bersama sahabatnya, Putri Yunida Riza, 22.
Lala tampak sehat. Padahal, gadis lulusan jurusan desain produk industri salah satu kampus ternama di Surabaya yang terlihat ceria seperti durian itu mengidap dua kelainan autoimun. Yakni, spondiloarthropaty dan uveitis.
’’Kali pertama tahu itu sekitar November 2015, pas masa asistensi judul skripsi,’’ tutur Lala. Pagi itu dia terbangun dengan kondisi mata kiri yang memerah dan tidak bisa dibuka. Kepanikan pun membuatnya nekat berangkat sendiri.
Divonis menderita uveitis, gadis asli Kediri tersebut dibuat ketakutan ketika mengetahui adanya ancaman kebutaan jika sampai telat berobat. Demi mengetahui penyebab pastinya, dia pun dirujuk untuk melakukan pemeriksaan ke dokter THT, gigi, hingga internis.
Beberapa kali memeriksakan diri, apa yang sebenarnya dialami Lala masih belum jelas. Namun, peradangan di matanya kemudian membaik. Sulung tiga bersaudara tersebut lantas mandek untuk mengetahui penyebab pasti dari kondisi yang dialami.
Sekitar minggu kelima matanya kembali memerah. Oleh dokter keluarga di Kediri, Lala pun dirujuk ke Graha Amerta di RSUD dr Soetomo. Dari sana diketahui bahwa Lala mengalami gangguan autoimun.
Kehidupan baru Lala bersama obat-obatan pun dimulai. Setidaknya ada satu obat tetes dan lima obat yang harus dikonsumsi, termasuk methylprednisolone. Rupanya, konsumsi obat itu malah membuat Lala alergi terhadap protein hewani. Dia pun diminta dokter untuk mengurangi konsumsi protein hewani.
’’Nggak masalah, sih. Toh, saya sukanya yang sayur-sayuran serta tahu-tempe,’’ tambah Lala dengan senyum semringah. Tampaknya, kesukaannya terhadap sayur berangkat dari kebiasaan di rumah. Ibunya memang lebih sering menyajikan lauk nabati dibandingkan hewani.
Tidak hanya jadi alergi protein hewani, salah satu obat itu tampaknya juga mengganggu penglihatannya. Lala didiagnosis mengalami katarak di mata kiri dan harus dioperasi. Pada waktu bersamaan, gadis kelahiran 7 Februari 1995 tersebut tengah berjuang untuk lulus kuliah tepat empat tahun.
Lebih memilih lulus tepat waktu, Lala memutuskan menunda operasi sampai sidang skripsi selesai. ’’Saya memutuskan rela melihat dengan satu mata asal lulus empat tahun. Saya sampai bilang gitu ke dokter,’’ paparnya.
Setelah berhasil menjalani sidang skripsi, operasi pengangkatan katarak pun dilangsungkan pada Agustus. Hanya dirawat tiga hari di rumah sakit, Lala dinyatakan sehat dan bisa pulang.
Meski dinyatakan sehat, ada perubahan yang berarti di tubuhnya. Dia pun memilih mendekam di kamar kos selama dua minggu tanpa keluar. ’’Badan saya bengkak. Bengkaknya aneh gitu. Jadi, nggak berani keluar kamar. Makan pun dianterin sama teman,’’ kata Lala.
Dukungan juga diberikan si pemilik kos. Dengan terharu, Lala menceritakan bagaimana ibu kos yang sering dipanggil Bu Roni itu memperhatikannya. ’’Ibunya baik banget. Pas aku pulang operasi disambut, ibunya nangis. Terus ibunya kan punya warung makan. Tiap hari aku pasti disisain semangkuk sayur,’’ ucap Lala sembari mengusap air matanya.
Sebagai anak sulung, Lala pun merasa bertanggung jawab menggantikan ibunya yang singleparent. Tidak bisa bekerja secara penuh akibat kondisinya, dia pun memilih bekerja sebagai freelancer di rumah. ’’Kadang, keluarga bilang, kalau nggak kuat nggak usah kerja,’’ ungkapnya.
Belum puas hanya sebagai freelancer, gadis yang menyelesaikan SMA dalam waktu dua tahun itu pun berharap bisa meneruskan kuliahnya ke jenjang S-2 di luar negeri. Dia ingin menjadi dosen. (Dwi Wahyuningsih/c15/dos/sep/JPG)

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
