
AKU BEBAS: Dukut Imam Widodo memeluk keluarga dekatnya Rabu (12/4) seusai keluar dari Rutan Gresik.
JawaPos.com – sel Rumah Tahanan (Rutan) Cerme tak mampu membelenggu kreativitas Dukut Imam Widodo. Selama lima bulan dia hidup dalam terali besi, kreativitasnya justru memuncak. Dukut menulis lima buku baru.
Tas kresek merah ditenteng Dukut sekeluar dari Rutan Gresik Rabu (12/4). Tas itu berisi baju. Mengenakan celana jins biru dipadu T-shirt biru pula, lelaki asli Malang tersebut menebar senyum. Semringah.
Istri Dukut menyambut di pintu keluar. ”Ini (istri, Red) yang mendorong saya tetap kuat selama di penjara,” ujar lelaki 63 tahun itu. Gaya bicaranya masih tegas dan blak-blakan. Dukut juga tetap rajin menulis. Penulis yang tinggal di Surabaya itu mengaku telah menyelesaikan lima buku. Separo hari atau 12 jam dihabiskan mantan general affair manager PT Smelting tersebut untuk menulis. Tanpa libur. ”Saya menulis pakai tangan. Karena laptop tidak boleh dibawa dalam ruangan,” katanya, lalu tersenyum.
Sehari bisa selesai 12 lembar tulisan tangan. Dukut lalu menyerahkan tulisan itu kepada asistennya untuk disalin. ”Hidup harus tetap semangat,” tuturnya.
Buku apa yang ditulis? Dukut tidak menyebutkan detailnya. Sebab, dia sedang ditunggu keluarganya untuk segera pulang. Lima buku tersebut terdiri atas 3 buku pesanan perusahaan dan 1 buku pesanan salah satu pemkab. ”Satu buku lagi, pengalaman saya di penjara,” ungkapnya.
Buku pengalaman pribadi Dukut selama penjara tersebut setebal sekitar 300 halaman. Judulnya? ”Saya di Penjara,” jawabnya. Isinya, antara lain, pengalaman pribadi berkumpul dengan tahanan dan narapidana. Baik tahanan kasus perjudian maupun pencabulan. Pengalaman itu tidak pernah dilupakan seumur hidupnya. ”Sudah naik cetak kok,” katanya.
Dukut memang penulis. Pada 1988, dia terkenal sebagai penulis novel dengan setting Soerabaia Tempo Doeloe. Sejumlah buku lain telah diterbitkan. Di antaranya, Soerabaia Tempo Doeloe, Gresik Tempo Doeloe, dan Malang Tempo Doeloe. ”Hidup harus tetap semangat. Tidak boleh menyerah,” tandasnya. (yad/c25/roz/sep/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
