
Ilustrasi
JawaPos.com - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Subang meminta perlindungan keamanan kepada kepolisian saat menggelar acara Rajaban, 23 April mendatang. Hal itu menyusul kencangnya isu agama di tanah air yang berpotensi menimbulkan konflik.
Ketua DPD HTI Subang Dadan Gunawan mengatakan, pihaknya akan segera menyampaikan pemberitahuan mengenai acara yang akan diselenggarakan kepada pihak kepolisian. Ia berharap acaranya itu dapat berjalan dengan lancar.
"Kami akan memenuhi prosedur sebagaimana mestinya supaya acara berlangsung lancar," kata Dadan kepada Pasundan Ekspres (Jawa Pos Group), Rabu (12/4).
Terlepas dari persoalan bersitegang antara HTI dengan ormas Islam di sejumlah daerah, dia optimis acara HTI di Subang berjalan sesuai harapan. Sebab, tujuannya bukan untuk mencari masalah, melainkan memberikan solusi atas persoalan kehidupan masyarakat.
"Kami hadir untuk dakwah bukan untuk membawa masalah, melainkan memberikan solusi," tegasnya.
Dia mengakui, keberadaan HTI ini dianggap sebagai sesuatu yang dapat memecah belah kerukunan masyarakat. Padahal tujuannya yaitu menyebarkan dakwah Islam sesuai dengan Alquran dan Hadits. "Kami ini bukan teroris yang dapat mengancam, kami hanya menyampaikan dakwah mengenai Islam," ujarnya.
Menyinggung soal bendera dan panji yang kerap kali dibawa oleh HTI, kata Dadan, itu bukan bendera dan panji organisasinya. Melainkan bendera dan panjinya Rasulullah SAW. "Ini bendera dan panjinya kebanggaan umat Muslim, mengapa harus dipersoalkan," ujarnya.
Di kesempatan terpisah, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Karawang meminta pihak kepolisian tidak memberi ruang pada gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Kabupaten Karawang.
Ansor menilai, gerakan HTI berbahaya pada kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Alasannya, organisasi tersebut mengusung gagasan khilafah menggantikan Pancasila.
Permintaan ini disampaikan langsung kepada Wakapolres Karawang Kompol Irwansyah di Mapolres Karawang, Rabu (12/4) kemarin.
Ketua GP Ansor Kabupaten Karawang, Ade Permana mengatakan, kemarin GP Ansor se- Jawa Barat turun serentak mendatangi pihak kepolisian di wilayahnya masing-masing. Tuntutannya sama, meminta kepolisian tidak memberikan ruang HTI untuk melakukan kegiatan apapun.
"Hari ini (kemarin, red) GP Ansor se-Jawa Barat mendatangi polsek di wilayah masing-masing, meminta tidak mengizinkan HTI mengadakan kegiatan apapun. Tadinya kami ingin bertemu langsung dengan Kapolres, tapi beliau lagi umroh. Jadi kami tadi diterima Wakapolres," katanya. (ysp/aef/din/yuz/JPG)

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
