Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 April 2017 | 22.02 WIB

Ketakutan, HTI Minta Perlindungan Polisi

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com - Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Subang meminta perlindungan keamanan kepada kepolisian saat menggelar acara Rajaban, 23 April mendatang. Hal itu menyusul kencangnya isu agama di tanah air yang berpotensi menimbulkan konflik.

Ketua DPD HTI Subang Dadan Gunawan mengatakan, pihaknya akan segera menyampaikan pemberitahuan mengenai acara yang akan diselenggarakan kepada pihak kepolisian. Ia berharap acaranya itu dapat berjalan dengan lancar.

"Kami akan memenuhi prosedur sebagaimana mestinya supaya acara berlangsung lancar," kata Dadan kepada Pasundan Ekspres (Jawa Pos Group), Rabu (12/4).

Terlepas dari persoalan bersitegang antara HTI dengan ormas Islam di sejumlah daerah, dia optimis acara HTI di Subang berjalan sesuai harapan. Sebab, tujuannya bukan untuk mencari masalah, melainkan memberikan solusi atas persoalan kehidupan masyarakat.

"Kami hadir untuk dakwah bukan untuk membawa masalah, melainkan memberikan solusi," tegasnya.

Dia mengakui, keberadaan HTI ini dianggap sebagai sesuatu yang dapat memecah belah kerukunan masyarakat. Padahal tujuannya yaitu menyebarkan dakwah Islam sesuai dengan Alquran dan Hadits. "Kami ini bukan teroris yang dapat mengancam, kami hanya menyampaikan dakwah mengenai Islam," ujarnya.

Menyinggung soal bendera dan panji yang kerap kali dibawa oleh HTI, kata Dadan, itu bukan bendera dan panji organisasinya. Melainkan bendera dan panjinya Rasulullah SAW. "Ini bendera dan panjinya kebanggaan umat Muslim, mengapa harus dipersoalkan," ujarnya.

Di kesempatan terpisah, Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Karawang meminta pihak kepolisian tidak memberi ruang pada gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Kabupaten Karawang.

Ansor menilai, gerakan HTI berbahaya pada kelangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Alasannya, organisasi tersebut mengusung gagasan khilafah menggantikan Pancasila.

Permintaan ini disampaikan langsung kepada Wakapolres Karawang Kompol Irwansyah di Mapolres Karawang, Rabu (12/4) kemarin.

Ketua GP Ansor Kabupaten Karawang, Ade Permana mengatakan, kemarin GP Ansor se- Jawa Barat turun serentak mendatangi pihak kepolisian di wilayahnya masing-masing. Tuntutannya sama, meminta kepolisian tidak memberikan ruang HTI untuk melakukan kegiatan apapun.

"Hari ini (kemarin, red) GP Ansor se-Jawa Barat mendatangi polsek di wilayah masing-masing, meminta tidak mengizinkan HTI mengadakan kegiatan apapun. Tadinya kami ingin bertemu langsung dengan Kapolres, tapi beliau lagi umroh. Jadi kami tadi diterima Wakapolres," katanya. (ysp/aef/din/yuz/JPG)

Editor: Yusuf Asyari
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore