
LENGKAPI BAP: Tersangka Vian Ahmad Fauzi (dua dari kiri) digelandang petugas menuju TKP Perumahan Puncak Permai I/33 Surabaya saat rekonstruksi Kamis (13/4).
JawaPos.com – Hampir dua minggu peristiwa pembunuhan asisten rumah tangga (ART) di perumahan Puncak Permai I/33 Surabaya terjadi. Kasus yang menewaskan Tasri pada Sabtu (1/4) itu Kamis (13/4) direka ulang. Satreskrim Polrestabes Surabaya melaksanakan rekonstruksi di tiga lokasi setelah sejumlah bukti dan saksi siap dihadirkan mulai pagi itu.
Polisi menghadirkan langsung tersangka Vian Ahmad Fauzi. Sekitar pukul 10.00, Vian dikeler ke kosannya di Tubanan Barat. Di sana dia merencanakan untuk mencuri rumah mewah itu. Tim Inafis Polrestasbes Surabaya terlihat mencatat setiap gerakan yang diperagakan Vian.
Di tempat kos kawasan Surabaya barat itu, Vian memeragakan empat adegan. Mulai saat masuk ke kosan, sampai menyiapkan obeng untuk mencuri. ''Perlengkapan itu dimasukkan ke dalam tas,'' tutur salah seorang sumber polisi yang mengawal tersangka kepada JawaPos.com.
Setelah itu, tersangka dibawa ke warung dekat lokasi rumah yang disasar. Persisnya sekitar 100 meter dari rumah. Warung kopi tersebut juga berlokasi di balik tembok perkampungan. Di sana, pria asal Lumajang itu, sering nyangkruk.
Vian mengetahui terdapat pisau di warung langganannya. Saat kejadian awal April dini hari silam, dia mengambil pisau di bawah rombong. ''Pelaku sudah hafal letak pisau,'' terang sumber tersebut. Kemudian tersangka dikeler ke rumah yang dijadikan eksekusi pembunuhan.
Hingga berita ini ditulis, Vian masih berada di dalam rumah dan rekonstruksi masih berlangsung. Masih belum diketahui berapa total adegan yang diperagakan tersangka. Polisi menjaga ketat rumah tersebut. Awak media hanya diperkenankan untuk memantau di halaman rumah. Dua police line dipasang di sisi Barat dan Timur rumah, sekitar 50 meter.
Berdasar pantauan JawaPos.com, Vian terlihat memeragakan rekonstruksi di lantai dua. Di teras lantai 2 itu, Vian memanjat masuk rumah. Dia memanfaatkan pepohonan dan tembok rumah untuk mencapai lokasi itu.
Kasatreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Shinto Silitonga mengatakan rekonstruksi tersebut dilakukan untuk melengkapi berita acara pemeriksaan. Pihaknya menjaga sekitar lokasi, lantaran banyak warga yang ingin menonton. ''Sekitar 75 personil dari reskrim, Polsek Sukomanunggal, sabhara dikerahkan untuk berjaga,'' tegasnya. (did/sep)

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
