Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 April 2017 | 17.49 WIB

Kisah Mahasiswa Telat Kuliah, Tercebur Selokan Jadi Tontonan Warga

Hamzah Priambodo Winisono membersihkan luka di dagunya usai mengalami kecelakaan di Jalan Sungai Raya Dalam, Selasa (11/4). Sopir Asngari (baju biru) menyampaikan permohonan maaf. - Image

Hamzah Priambodo Winisono membersihkan luka di dagunya usai mengalami kecelakaan di Jalan Sungai Raya Dalam, Selasa (11/4). Sopir Asngari (baju biru) menyampaikan permohonan maaf.

JawaPos.com - Nasib sial dialami Hamzah Priambodo Wibisono, 20. Dia menabrak pembatas jalan hingga masuk parit Sungai Raya Dalam (Serdam) bersama sepeda motor yang dikemudikannya, Selasa (11/4) siang.


Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Keperawatan (STIK) Muhammadiyah Pontianak itu memacu Yamaha Jupiter MX miliknya dengan kecepatan 60 kilometer/jam. Namun disaat bersamaan, pikap bermuatan batako nongol dari Komplek Bumi Batara 3. Tabrakan tak terelekan. 


Hamzah yang hilang kendali lantas masuk parit Serdam. Tubuhnya dari ujung kaki hingga ujung kepala kotor semua lantaran tercebur selokan tersebut. Ia juga terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soedarso Pontianak. Dagunya terbelah sepanjang tiga sentimeter. “Saya buru-buru, karena mau masuk kuliah,” ucap Hamzah kepada wartawan usai keluar dari parit Serdam. 


Ironisnya, puluhan warga hanya menonton kejadian itu tanpa memberikan bantuan kepada korban. Menurut Hamzah, pikap bermuatan itu awalnya jalan secara pelan. Namun ketika keluar dari Komplek Bumi Batara 3, entah bagaimana tiba-tiba nongol ke tengah jalan. “Posisinya saya sudah dekat. Jadi tidak bisa mengelak,” katanya. 


Mahasiswa semester empat itu akhirnya tak bisa masuk kampus. Pakaiannya penuh dengan tanah dan basah. Sepeda motornya ringsek. Bahkan, hingga dia dibawa ke RSUD Soedarso, motornya masih berada dalam parit Serdam.


Sementara sopir pikap bernama Asngari, 50, mengaku, ketika hendak keluar dari komplek sudah melihat kiri dan kanan. “Waktu mau keluar komplek, saya sudah tanya kernet, aman atau tidak,” katanya.


Asngari menambahkan, dia membawa tiga kernet. Di bak belakang ada dua sementara satunya duduk di sebelah bangku sopir. “Kernet saya sudah lambaikan tangan. Karena mau nyeberang,” ucapnya.


Setelah ditabrak Hamzah, Asngari menepikan pikapnya. “Saya akan tanggung jawab mengobati dan memperbaiki motornya. Saya orang jalanan, saya akan tangunggjawab,” katanya. (dsk/fab/JPG)

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore